Menikmati Malam Selepas Isya, Kata Pedagang Mekkah: Jokowi Bisa!

share on:
Pemandangan malam, penjual pernik-pernik dan cinderamata di sepanjang jalan yang tak jauh dari Masjidil Haram || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (MAKKAH) - Bersantai menikmati suasana malam di pelataran hotel yang tak jauh dari kawasan Masjidil Haram di Kota Makkah adalah salah satu pemandangan acap kali dijumpai di sudut-sudut Kota Suci ini. Salah satunya di depan Hotel Al Fajr Badea 2, yang letaknya hanya sekitar 700 meter dari Masjidil Haram atau Ka'bah, Jumat (10/11/2023).

BACA JUGA: Menuju Masjidil Haram, Berjamaah Menunaikan Sholat di Jumat yang Padat

Usai menunaikan ibadah sholat Isya atau sekitar pukul 20.00 waktu Arab Saudi (WAS), mereka nampak duduk-duduk di pelataran hotel tempat menginap. Mereka saling menyapa meski sebelumnya tak mengenal. Jika kebetulan sesama warga negara Indonesia, maka perjumpaan bisa larut dalam obrolan, meski sekedar menanyakan asal daerah ataupun nanya-nanya soal ibadah umroh. Kalaupun itu berbeda negara, mereka nampak akrab duduk bersanding.

Sesama jemaah umroh usai sholat Isya dan makan malam di depan hotel || YP-Eko Purwono

Sementara di sudut yang lain, di trotoar jalan, sejumlah pedagang memanfaatkan space tersebut untuk menggelar pernik-pernik dan cinderamata khas Arab Saudi, seperti tasbih, batu akik, sajadah, baju muslim khas Arab Saudi dan lain sebagainya dengan harga miring dibandingkan dengan harga toko.

BACA JUGA: Masjid Al Ghamamah, Di Sinilah Rasulullah SAW Memohon Hujan dari Ujian Kemarau Panjang

Uniknya, tidak hanya pembayaran dengan mata uang Riyal, namun para pedagang juga menerima transaksi berupa uang rupiah. “Jokowi, bisa!” kata salah satu pedagang. Begitulah cara pedagang menggaet pembeli asal Indonesia, yang artinya boleh dibayar dengan mata uang rupiah.

Dalam penelusuran informasi sejarah yang dihimpun yogyapos.com, secara geografis, Kota Mekkah terletak 72 kilometer dari pusat perekonomian Arab Saudi di Jeddah. Jika ditempuh perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan bus berjarak sekitar 400 kilometer dari Madinah.

Ada yang sekadar duduk dan lalu lalang || YP-Eko Purwono

Menurut sejarah, Kota Mekkah terletak di daerah pegunungan tandus dengan luas sekitar 850 kilometer. Kota bersejarah ini tak lepas dari peran Nabi Ibrahim AS yang mendirikan Kabah. Mekkah pada mulanya merupakan sebuah kota kecil yang dihuni oleh anak cucu Nabi Adam AS sampai ketika dilanda banjir besar di era Nabi Nuh AS.

BACA JUGA: Sahari Nyatakan Muhammadiyah Solid Dukung AMIN, Abdul Halim Ingatkan Relawan Tetap Santun

Dalam perkembangan, Mekkah menjadi daerah lembah tandus yang dikelilingi oleh pegunungan. Banyak orang kemudian mulai berdatangan dan menetap di kota kecil itu, termasuk Nabi Ibrahim AS.

Di era Romawi dan Bizantium, Kota Mekkah menjadi pusat perdagangan. Sebab, kota ini ada di jalur perdagangan yang menghubungkan Mediterania, Arab Selatan, Afrika Timur, dan Asia Selatan.Di masa selanjutnya, Mekkah dihuni oleh suku Quraisy dan menguasai kota itu di bawah pimpinan Qusay bin Kilab, kakek keempat Nabi Muhammad SAW. (Opo)

 

 

 


share on: