Masjid Al Ghamamah, Di Sinilah Rasulullah SAW Memohon Hujan dari Ujian Kemarau Panjang

share on:
Masjid Al Ghamamah di Madinah, salah satu tempat bersejarah yang selalu dikunjungi jamaah haji dan umroh || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (MADINAH) -  Masjid Al Ghamamah di kota Madinah Al Munawaroh, Arab Saudi, merupakan salah satu masjid peninggalan bersejarah, berada tak jauh dari Masjid Nabawi.

Masjid tersebut salah satu tempat favorit yang menjadi jujukan para jamaah Haji maupun Umroh. Nyaris tak pernah sepi dari kunjungan, sebagaimana ketika wartawan yogyapos.com menyempatkan mengunjunginya bersama rombongan jamaah umroh PT Baitullah Tiga Kharisma (Batik) Travel Sleman DIY, dengan pembimbing Ustadz Setyawan Lc dan Ustadz Kilat Pambudi.

BACA JUGA: Bersama Jutaan Umat di Monas, Anies Baswedan: Kita Kirimkan Pesan Kebangkitan untuk Palestina

Mengunjungi Masjid Al-Ghamamah merupakan salah satu rangkaian dari ziarah umroh. Saya bersama dengan 40 jamaah yang lain berjalan kaki menempuh jarak sekitar 500 meter ke arah barat daya dari Masjid Nabawi, ini dilakukan setelah dilaksanakan sholat jamaah Ashar (waktu sholat Ashar di Kota Madinah sekitar pukul 15.20.

Terpukau antara Masjid Nabawi dan Masjid Al Ghamamah 

Nampak sejumlah rombongan jamaah umroh yang dari belahan dunia, hal ini terlihat dari sejumlah atribut yang dikenakan, termasuk postur tubuh dan komunikasi berbahasa.

Jamaah umroh dari Indonesia biasanya memiliki ciri khas, yakni mengenakan syal, kartu identitas yang digantungkan di dada juga mengenakan pakaian seragam sesuai dengan agen atau travel yang menyelenggarakan.

 BACA JUGA: Jumhur Hidayat Serukan Buruh Indonesia dan Warga Dunia Boikot Pengiriman Barang ke israel

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, alkisah area Masjid Al Ghamamah dan sekitarnya adalah tanah lapang atau Alun-alun yang pernah digunakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya untuk menunaikan sholat Idul Fitri, Idul Adha dan sholat untuk meminta hujan atau sholat Istiqa'.

BACA JUGA: Wamenkumham Resmi Tersangka Gratifikasi, Belum Ada Informasi Penahanan

Masjid Al Ghamamah Madinah ini letaknya berdekatan dengan dua masjid lainnya, yaitu Masjid Abu Bakar dan Masjid Masjid Ali bin Abi Thalib. Ukuran masjid ini  sekitar 50 x 30 meter saja. Menurut sejarah material yang digunakan untuk membangun masjid ini yaitu dari bahan batu alam warna hitam. Batu alam tersebut tersusun rapi dan kokoh sebagai dinding masjid.

Terlihat 11 kubah dengan ukuran yang berbeda, kubah terbesar berada persis di atas mihrab, tempat imam memimpin shalat, terdapat pula menara yang dibangun lebih tinggi.

BACA JUGA: Di Titik Nol Yogya, Ribuan Massa Kecam Israel dan Desak Pemerintah Dukung Kemerdekaan Palestina

Masjid Al Ghamamah menjadi salah satu masjid bersejarah yang memiliki kisah tersendiri. Al Ghamamah artinya adalah awan, atau mendung. Sebab datangnya awan tersebut, maka masjid ini mereka beri nama dengan sebutan Al Ghamamah, yang artinya awan.

Ketika itu, Nabi Muhammad meminta pertolongan pada Allah agar menurunkan hujan. Sebab, ketika itu cuaca di Madinah memang sangat panas.

Doa Nabi Muhammad SAW makbul, karena setelahnya segera Allah mengabulkan. Pada saat itu juga, dari arah langit muncul awan tebal, yang mampu meneduhi nabi dan para sahabat-sahabatnya.

BACA JUGA: Aksi Bela Palestina di Monas Dihadiri Sejumlah Menteri

Tak hanya itu, pada tiap musim paceklik atau kemarau panjang yang terjadi di Madinah, seluruh warganya juga sering meminta Rasulullah untuk berdoa kepada Allah agar menurunkan hujan. Selanjutnya, Rasulullah akan shalat dan berdoa meminta hujan di tempat tersebut.

Seperti dilansir Arab News, masjid ini telah mengalami beberapa kali perbaikan dan pemugaran sejak dibangun pada masa Umar bin Abdulaziz, antara  86 H dan 93 H. Sultan Hassan bin Muhammad bin Qalawun Al Salihi memperbaruinya sebelum tahun 761 H dan dipugar lagi pada masa pemerintahan Sultan Inal pada tahun 861 H. 

Jamaah umroh datang dan pergi silih berganti di Masjid Al Ghamamah || YP-Eko Purwono

Masjid ini pernah dilakukan direnovasi pada era Raja Salman, yang menunjukkan minat dan kepedulian yang besar terhadap gaya arsitekturnya.

Walau tak sepadat atau seramai Masjid Nabawi, tetap keberadaan Masjid Al Ghamamah tetap lekat di hati jamaah. Tersebab, di sanalah ada rangkaian teladan Rasulullah menghadapi kemarau panjang. (Opo)

 

 


share on: