Dinilai Memutus Kerjasama Sepihak, PT Tirta Investama (Aqua Danone) Diadukan ke KPPU

share on:
Para karyawan menerima penjelasan dari CV Sumber Tirta, Rabu (13/9/2023) || YP-Ismet NM Haris

Yogyapos.com (SLEMAN) – Puluhan karyawan CV Sumber Tirta terancam kehilangan pekerjaannya di perusahaan distributor tertua air mineral Aqua di DIY. Pasalnya pihak PT Tirta Investama (Aqua Danone) berencana memutus kontrak kerjasama pada 30 September 2023.

Bahkan rencana tersebut sudah dinyatakan tertulis berdasarkan surat nomor 349/TIV/LGL-ST/VIII/2023 yang diterbitkan Vice President Sales Operation PT Tirta Investama (Aqua Danone). Dalam surat yang diterima tanggal 29 Agustus 2023 tak ada penjelasan kenapa kerjasama dengan CV Sumber Tirta selaku distributor Aqua di DIY ini hendak dilakukan.

BACA JUGA: Acara Syukuran Dihadiri Danrem, Ketua Pepabri DIY Imbau Anggotanya Jangan Golput

BACA JUGA: Kapolri Pesan kepada Jajarannya Jaga Kepercayaan Publik

Direktur Utama CV Sumber Tirta, Arif Budiono, merasa kaget dan sangat menyesalkan saat menerima surat tersebut. “Kami ini distributor pertama Aqua di DIY sejak 1989. Belum pernah melakukan pelanggaran atau menyalahi yang telah menjadi kesepakatan tetapi tiba-tiba menerima surat rencana pemutusan kerjasama,” ujar Arif kepada sejumlah jurnalis, di Sleman, Rabu (13/9/2023).

Sebelum memberikan keterangan pers, Arif berkesempatan memberikan pemahaman kepada puluhan karyawannya agar tetap tenang dan menjalankan aktivitas pekerjaan seperti biasanya. Bahkan ia memastikan akan tetap memberikan gaji kepada mereka sebagaimana mestinya.

“Saudara-saudara tetap bekerja setelah pertemuan ini. Biar urusan dengan PT Tirta Investama kamilah yang melakukan upaya-upaya penyelesaian,” kata Arif didampingi Penasihat Hukumnya, Hangga Sudewo SH.

Arif merasa perlu mengumpulkan seluruh karyawannya, karena sebelum menerima surat dari PT Tirta Investama itu ternyata kabar rencana pemutusan kerjasama tersebut sudah santer beredar dan didengar oleh sebagian karyawan sehingga dikhawatirkan bisa mempengaruhi kinerjanya.

Advokat Hangga Sudewo SH (berdiri) selaku Penasihat Hukum CV Sumber Tirta || YP-Ismet NM Haris

Menurut dia, selama ini CV Sumber Tirta yang dipimpinnya lancar-lancar saja. Tak pernah melakukan pelanggaran apa pun. Dari segi pemasaran juga selalu sesuai, bahkan melebihi target. Dicontohkannya, selama Agustus 2023 penjualan tembus 156.000 galon, melebihi dari yang ditargetkan yakni 138.000 galon/bulan.

Meski demikian pada saat beriringan juga diperlakukan kurang adil atau tidak fair, terutama setelah kehadiran distributor lain. Misalnya, dilakukan pembatasan pemasaran hanya di 21 kecamatan di Yogya, Sleman dan Bantul. Sedangkan distributor lain yang datang kemudian bebas melakukan penjualan di semua area. Selain itu juga hanya diberi produk Aqua galon, sedangkan distributor lain beroleh hak penjualan Aqua galon dan Aqua karton.

Ekses pembatasan itu membuatnya menutup jaringan layanan di Gunungkidul dan Kulonprogo. “Kami ini hanya satu depo. Pembatasan area penjualan yang berdampak penutupan jaringan layanan di dua wilayah tadi membawa dampak berikutnya yaitu menarik karyawannya untuk dipekerjakan di bidang lain. Ada juga yang terpaksa diberi pesangon,” tandas Arif.

Menyusul Surat Pemutusan Kerjasama, Arif menyetakan telah mengadu ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) DIY dengan harapan dilakukan penyelidikan dan menerbitkan rekomendasi.

BACA JUGA: Polri Segera Gelar Operasi Mantab Brata Amankan Pemilu 2024, Ini Penjelasannya

BACA JUGA: Chitra Raspati Rilis Single 'Pilu' Langsung Jadi Original Soundtrack Film Sang Superstar

Hal ini dibenarkan oleh Hangga Sudewo selaku Penasihat Hukumnya, bahwa penerbitan surat pemutusan kerjasama sangat patut diduga melanggar 15 angka 2 dan pasal 19 huruf b Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (Undang-Undang Anti Monopoli).

“Kami melakukan pelaporan ke KPPU karena tak ada kejelasan dari terlapor. Pelaporan ini bagian dari upaya mediasi. Jika nantinya buntu, tentu kami lakukan langkah hukum berupa gugatan PMH (Perbuatan Melawan Hukum) ke Pengadilan Negeri Sleman,” ujar Hangga.

Terkait hal ini PT Tirta Investama, belum dapat memberikan konfirmasinya. Salah seorang jurnalis mencoba menghubungi External Communication Manager Regional Timur Danone Indonesia, Rony Rusdiansyah, yang berkantor di Jalan Magelang, tapi yang bersangkutan hanya menyatakan akan memeriksa. (Met)

 


share on: