Yogyapos.com (SLEMAN) - Fakultas Teknobiologi (FTb) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyambut mahasiswa peserta Summer Course Program dari Eckerd College, Amerika Serikat, di kampus setempat, pada Selasa (9/6/2026).
BACA JUGA: Ini Respons Pemkab Terkait Unjukrasa Puluhan Staf Notaris terhadap Kantah Sleman
Kegiatan yang diikuti oleh 12 mahasiswa dan 2 profesor ini menjadi wadah pembelajaran mengenai isu konservasi dan lingkungan melalui pendekatan akademik serta kunjungan lapangan.
Program yang berlangsung selama tujuh hari pada 8-15 Juni 2026 ini mengangkat tema Nature and Cultural Visit. Pada hari kedua kegiatan, para peserta mendapatkan pengenalan mengenai Indonesia, khususnya kebudayaan dan kondisi sosial masyarakat di Yogyakarta.
BACA JUGA: Seru! Puluhan Staf Notaris Geruduk Kantor Pertanahan Sleman, Pelayanan Dinilai Lamban
Wakil Dekan I FTB, Monika Ruwaimana PhD, mengungkapkan program tersebut telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu namun sempat tertunda akibat pandemi COVID-19.
“Kami sangat senang akhirnya program ini bisa terlaksana dan kalian dapat hadir di sini. Perjalanan menuju Indonesia tentu panjang dan melelahkan, tetapi kami berharap kalian bisa merasa nyaman seperti di rumah sendiri selama mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
BACA JUGA: Gatot Murwahyudi SH: Sidang Online Kurang Afdol, Tak Bisa Maksimal
Pada hari kedua, kegiatan dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama berisi penjelasan mengenai tujuan program yang akan dilaksanakan selama tujuh hari kedepan, dilanjutkan dengan pengenalan kampus oleh Drs. Ign. Agus Putranto, M.Si., selaku Kepala Kantor Kerja Sama dan Promosi (KKP) UAJY. Sesi kedua membahas pengenalan Yogyakarta dan budaya Jawa yang disampaikan oleh RA Vita NP Astuti PhD, selaku Kepala Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya (KPBB) UAJY.
BACA JUGA: Menyelami Laut Kerinduan dalam 'Gelombang Laut Ibu' Karya Ulfatin Ch
Sementara itu, sesi terakhir berupa joint lecture Prof Ir Ign Pramana Yuda MSi PhD, mengenai konservasi, keanekaragaman hayati, serta permasalahan sampah di Indonesia dan Yogyakarta. Kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa Summer Program dari Filipina dan Thailand dari Fakultas Teknologi Industri (FTI), kemudian dilanjutkan dengan group discussion.
BACA JUGA: Terima Suap, Hakim PN Cilacap Diberhentikan dengan Hak Pensiun
Salah satu peserta, Kai Herbst, mengungkapkan antusiasmenya selama mengikuti program tersebut. “Program ini benar-benar menggambarkan semua hal yang selama ini saya inginkan. Saya tertarik mempelajari terumbu karang dan bagaimana cara membangunnya kembali, sekaligus memahami kebijakan lingkungan yang berkaitan dengan konservasi,” ujarnya.
BACA JUGA: Tim Wasev Beri Arahan Koperasi Desa Merah Putih di Magelang
Dalam program ini, para mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan bertema konservasi di Indonesia, mulai dari konservasi Merapi, ekowisata, perdagangan satwa liar, hingga konservasi mangrove dan penyu laut. Peserta juga mempelajari berbagai tantangan lingkungan seperti hilangnya keanekaragaman hayati, pencemaran plastik, dan degradasi habitat. Sebagai bagian dari pembelajaran lapangan, mahasiswa akan mengunjungi beberapa lokasi studi kasus seperti Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Animal Market PASTI, Mangrove Baros, dan kawasan konservasi penyu laut di Pantai Pelangi.
BACA JUGA: 63.813 Jemaah Haji Telah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ajak Jemaah Jaga Kemabruran
Monika berharap Summer Course Program ini dapat menjadi awal dari kerja sama jangka panjang antara Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Eckerd College. “Kami berharap program ini dapat menjadi tanda dimulainya kolaborasi jangka panjang antara universitas kami,” pungkasnya. (*/Red)
