SPS Asparagus Kentungan Lepas Delapan Anak Didik

share on:
Pelepasan delapan peserta didik Tahun Ajaran 2025/2026 Satuan PAUD Sejenis (SPS) Asparagus Kentungan , di Waroeng Makan Mbah Suro, Tiyasan, Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (8/6/2026) || YP-Agung DP

Yogyapos.com (SLEMAN) - Satuan PAUD Sejenis (SPS) Asparagus Kentungan melepas delapan peserta didik Tahun Ajaran 2025/2026, di Waroeng Makan Mbah Suro, Tiyasan, Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (8/6/2026).

BACA JUGA: Menyelami Laut Kerinduan dalam 'Gelombang Laut Ibu' Karya Ulfatin Ch

Acara pelepasan menjadi momentum apresiasi bagi peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di SPS Aspa ragus Kentungan dan akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Dalam arahannya, Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam SIP, menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak usia dini.

BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Ditetapkan Sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi

Orang tua, Lanjut Al Thouvik, harus bijak dalam memberikan akses gadget kepa da anak. Gadget yang berlebihan dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan sosial, bahasa, serta aspek perkembangan lainnya. Masa usia dini adalah masa yang sangat penting untuk membangun karakter dan kemampuan dasar anak.

BACA JUGA: Sepuluh Siswa SMA Muhi Yogya Ikuti Spain School Cultural Field Trip 2026

Menurutnya, orang tua adalah role model bagi anak. Apa yang dilakukan orang tua akan ditiru oleh anak. Jika orang tua terbiasa memberikan gadget sebagai teman bermain, maka anak akan menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Karena itu, orang tua harus memberikan contoh yang baik dalam berinteraksi dan berkomunikasi,” ujarnya.

"Anak membutuhkan komunikasi dua arah, bukan hanya menerima instruksi atau perintah dengan nada tinggi. Gunakan bahasa yang lembut, santun, dan penuh kasih sayang agar anak merasa nyaman dan mampu memahami pesan yang disampaikan,” ujarnya 

BACA JUGA: Memahami Praktik Kehumasan Profesional, HM HUMAS UPN Veteran Kunjungi Gembira Loka Zoo

Sementara itu, Penilik PAUD Kapanewon Depok, Sih Ngatini, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga sebagai lingkungan belajar pertama dan utama bagi anak.

Masa usia dini merupakan masa emas atau golden age yang tidak akan terulang kembali. Pada masa inilah fondasi karakter, kecerdasan, dan kemampuan sosial anak dibentuk. Oleh karena itu, anak-anak sangat membutuhkan pendampingan, perhatian, dan kasih sayang dari orang tua 

BACA JUGA: Membanggakan! Mahasiswa Polteknaker Raih 10 Penghargaan di Dua Ajang Nasional

Kepala SPS Asparagus Kentungan, Reni Lestari, menjelaskan bahwa SPS Asparagus Kentungan memiliki visi Membangun Anak Indonesia yang Berkarakter Santun, Rukun, Mandiri, dan Berkebhinekaan.Meski bukan lembaga pendidikan inklusi, SPS Asparagus Kentungan juga memberikan layanan kepada beberapa anak berkebutuhan khusus sebagai bentuk komitmen menghadirkan pendidikan yang ramah dan terbuka bagi semua anak.

BACA JUGA: Karya Bakti Rehab Panti Asuhan Cipto Siswoyo Mendapat Perhatian Khusus Tim Sterad

"Kepercayaan masyarakat terhadap SPS Asparagus Kentungan terus mening kat. Hingga saat ini, penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran mendatang telah mencapai tujuh anak.Dukungan orang tua melalui KPO menjadi salah sa tu kekuatan utama dalam mewujudkan tujuan tersebut,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan penampilan peserta didik, penyerahan kenang-kenangan, serta sesi foto bersama yang berlangsung penuh kehangatan, kebahagiaan, dan rasa haru dari para orang tua maupun pendidik. (Agn)


share on: