Mahasiswa Aceh di Yogya Bisa Makan Gratis di Warung 'Keumala', Ini Lokasinya

share on:

Yogyapos.com (BANTUL) – Beragam cara masyarakan mewujudkan kepeduliannya terhadap korban bencana alam yang melanda sebagian Sumatera. Ada yang mengirimkan uang tunai, sembako dan sejenis, serta membuka dapur umum di lokasi musibah.

BACA JUGA: Para Pengasuh Ponpes Krapyak Imbau PBNU: Hormati Otoritas Kiai Sepuh

Disisi lain ada pula yang menyediakan makan gratis. Bukan di lokasi bencana, dilakukan oleh warung khas masakan Aceh ‘Keumala’ di Padukuhan Senggotan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

BACa JUGA: Semangat Hakordia Fun Run Satukan Aksi Basmi Korupsi, Dihadiri Kasrem 072/Pmk

Di warung ini, siapa pun dipersilahkan makan dan minum gratis asalkan menunjukkan KTP sebagai identitas warga asal Aceh, khususnya pelajar-mahasiswa yang karena musibah di daerahnya sehingga belum memperoleh kiriman licing cost (biaya hidup) di Yogyakarta.

BACa JUGA: Meriah! KPK Berseni, Ribuan Massa Aksi Anti Korupsi di Titik Nol Yogya

‎Hal ini dibenarkan Lola Icha Shintya (32) selaku emilik warung makan khas Aceh Keumala, bahwa inisiatif menyediakan makan minum gratis bagi pemilik KTP Aceh ini dilakukan sebagai wujud empati atas bencana alam yang menimpa warga Aceh.

BACa JUGA: 103 Pejabat di Lingkungan Setda Sleman Dilantik, Diharapkan Kreatif Inovatif

‎"Saya itu asli Aceh, sangat prihtin dengan bencana alam di Aceh. Apalagi banyak adik-adik dari Aceh yang kuliah di Yogya ini yang keluarga terdampak bencana," katanya, Senin (8/12/2025).

BACa JUGA: Perubahan Iklim Pengaruhi Pendapatan UMKM, Ini yang Dilakukan Amarth.org

‎Bagi mahasiswa dari Aceh yang keluarga terdampak bencana kemungkinan terkendala dalam pengiriman uang dari keluarga yang saat mengalami kesulitan. Karenanya Lola tergerak hatinya untuk membantu para mahasiswa untuk makan minum gratis.

BAC JUGA: Rayakan Ultah ke-2, Komunitas S3 Kumpulkan Donasi untuk Korban Bencana Sumatera

‎"Cukup menunjukkan KTP asal Aceh saja, gratis makan minum‎. Makan minum setiap hari bahkan yang bungkus makan dan minum saya juga ndak masalah," tandasnya.

BAC JUGA: Pemkab Bantul Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera

Lola memperlihatkan sejumlah menu masakan khas Aceh yang disajikan diantaranya eungkot teucrah, ikan asam pedas, ayam tangkap, ikan kemamah dan beragam menu makanan Aceh lainnya.

BACa JUGA: Korem 072/Pmk Terima Bantuan dari PSN Group, Segera Diberangkatkan ke Sumatera

‎Ia menegaskan, program makan gratis ini akan terus dilakukan hingga kondisi Aceh membaik. Setiap hari warung makan tersebut rata-rata buka pukul 11.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

BACA JUGA: LazisKu KB PII Salurkan Bantuan Bencana Banjir Langkat Lewat Jalur Sungai

‎Meski nantinya pendapatan kurang karena program makan gratis ini, Lola mengaku tidak mempermasalahkan karena untuk menolong sesama warga Aceh.

BACa JUGA: Banyak yang Terlibat Korupsi, KPK Imbau Pelaku Usaha Menguatkan Integritas

‎"Ikhlas kok, ndak masalah pendapatan berkurang. Toh untuk membantu saudara-saudara saya dari Aceh. Kita sama-sama perantauan," ungkapnya.

‎Tak hanya Lola yang menggratiskan makan dan minum bagi pemilik KTP Aceh, sebuah warung makan di Jalan Garuda, Padukuhan Kepanjen, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul yang bernama Warung Makan Nusantara juga menggratiskan makan dan minum bagi warga yang memiliki KTP Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) di Jogja yang keluarganya terdampak bencana alam.

BACA JUGA: 143 Sarjana Hukum Ikuti Ujian Advokat Peradi, Prof Harris Arthur Pesan Begini

‎Pemilik Warung Makan Nusantara, Muhammad Muflih Kholidin (37) mengatakan niat membantu dengan program makan gratis ini banyak penggalangan donasi lewat media sosial bagi korban bencana alam di Sumatera.

BACA JUGA: Amartha Libatkan Puluhan Gen Z Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pantai Baros

‎"Banyak warga dari Aceh, Sumut, Sumbar yang terdampak bencana alam dan mengalami kesulitan untuk mengirimkan uang kepada keluarga yang sedang kuliah di Yogyakarta. Kemudian saya bikin membuat flyer program itu dan menyebarkannya di medsos," ungkapnya.

BACA JUGA: Menegakkan Kebenaran di Jalan Sunyi: Sebuah Renungan Dakwah

‎"Tinggal menunjukkan KTP Aceh, Sumut atau Sumbar boleh makan dan minum gratis. KTP sebagai tanggungjawab bahwa yang bersangkutan benar-benar terdampak bencana alam di Aceh, Sumut dan Sumbar," ujarnya.

BACA JUGA: Festival WAHS di Ponpes Wahid Hasyim, Ini Tujuannya

‎Program makan gratis ternyata mendapatkan banyak respon dari masyarakat dengan KTP Aceh, Sumut dan Sumbar. Mereka datang ke warung dan bercerita tentang keluarga dan daerahnya yang dilanda bencana alam. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00-20.200 WIB. Menunya antara lain sayur, aneka lauk, soto Lamongan, aneka gorengan hingga aneka jajanan. (*/inm)

 


share on: