Lomba Debat Nasional Memasuki Tahap Preliminasi

share on:
Salah satu peserta debat tengah mencoba mengekspresikan argumen dengan struktur logis, retorika yang kuat, serta kemampuan merespons lawan secara kritis || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Lomba Debat Indonesia (LDI) 2025 resmi memasuki babak preliminasi setelah sebelumnya dibuka melalui rangkaian acara pada hari pertama, di Kampus UAJY Babarsari, Kamis (27/11/2025).

BACA JUGA: Terima Audiensi FKOK DIY, Danrem: Komunikasi dan Silaturahmi adalah Kunci

Ratusan siswa dari 38 provinsi serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) kini mulai bersaing dalam kompetisi debat tingkat nasional tersebut. Pada tahap ini, seluruh peserta akan beradu argumentasi dalam dua kategori yaitu Debat Bahasa Indonesia dan Debat Bahasa Inggris sebagai bagian dari seleksi menuju babak selanjutnya.

Babak preliminasi pada hari pertama ini dibagi menjadi tiga ronde. Ronde pertama dimulai dengan pengumuman mosi melalui sesi launch motion. Setelah itu, peserta menyusun argumen dan strategi sesuai dengan posisi yang didapatkan dalam sesi case building. Tahap terakhir peserta memasuki bagian utama, yaitu pelaksanaan debat.

BACA JUGA: KSPSI dan KOWAJA Sepakati Kerjasama Pengadaan Beras bagi Pekerja Jakarta dan Sekitarnya

Suasana kompetisi berlangsung dinamis dan intens. Setiap peserta terlihat saling mempertahankan argumen dengan struktur logis, retorika yang kuat, serta kemampuan merespons lawan secara kritis. 

Perbedaan mosi dalam setiap ronde juga menuntut peserta untuk menunjukkan kemampuan berpikir cepat dan ketajaman analisis mereka. Di saat yang sama, para juri juga memperhatikan argumentasi dan gaya penyampaian serta bagaimana peserta merespons argumen lawan. 

BACA JUGA: Kesadaran Ekoteologis; Sebagai Mitigasi Bencana

Salah satu peserta Debat Bahasa Indonesia perwakilan dari Sulawesi Utara, Pudihang, memberikan pengalamannya mengenai babak preliminasi. “Kami dapat LO yang baik dan bertemu teman-teman yang baik banget juga,” ungkapnya.

Selain peserta, juri turut memberikan pandangan dan motivasi. Perwakilan juri dari Jawa Barat, Fransisca, menyampaikan bahwa kualitas peserta mencerminkan proses seleksi yang kuat di tingkat nasional. Ia juga memberikan saran kepada para peserta agar terus bersemangat kedepannya dan terus mendorong argumen yang lebih kritis. 

BACA JUGA: 72 Tahun Yani Saptohoedojo, Inisiasi Pusat Kebudayaan Saptohoedojo

“Untuk teman-teman tetap semangat dan jangan patah hati kalau hari ini tidak sesuai yang dibayangkan, semoga terus mendorong argumen yang lebih kritis dan tetap membantu temannya,” ujarnya. (*/Red)


share on: