Kosbatik Luncurkan Empat Buku dalam Rangkaian Kajian dan Apresiasi Samawa #22

share on:
Peluncuran 4 buku dalam rangkaian acara Kajian dan Apresiasi Samawa # 22 dengan tajuk

Yogyapos.com (YOGYA) - Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Pengurus Pusat Komunitas Seni Budaya Profetik (Kosbatik) menggelar acara Kajian dan Apresiasi Samawa # 22 dengan tajuk "Titian Profetik: Sastra, Budaya, dan Persaudaraan Nusantara", di Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Jalan Gambiran 85, Umbulharjo, Yogyakarta, Rabu (2/7/2025) pukul 18.00–21.00 WIB.

BACA JUGA: Pengguna Jalan Tol Prambanan-Klaten Disarankan Siapkan E-Toll, Ini Tujuannya

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pegiat sastra dan budaya dengan agenda utama peluncuran empat buku terbaru ‘Pak RT Nggih Sanjang Ngoten’ karya Mahyudin Al Mudra, berisi 41 renungan sosial dan psikologis dalam bahasa yang ringan dan komunikatif; ‘Kuatrin-Kuatrin Ramadhan’ kumpulan puisi karya para peserta Residensi Sastra Kosbatik di Kalimantan Tengah dan DIY; ‘99 Puisi Puasa’ karya Jabrohim, yang memotret pengalaman spiritual dan sosial selama Ramadhan dalam 99 sajak reflektif, serta ‘Dewi Arimbi’ sebuah novel yang merupakan sebuah refleksi yang penuh khikmat sebagai insan yang lemah tapi ingin berfaedah dalam kehidupan.

Mahyudin Al Mudra (kiri) dan HM Syukri Faholi SH || YP-Ist

Keempat buku tersebut diluncurkan oleh Mahyudin Al Mudra dan Prof Dr Nur Sahid atas nama Kosbatik. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh dari dunia sastra, budaya, pendidikan, dan sosial keagamaan. Di antaranya adalah Prof Dr H Nur Sahid (Ketua Umum Pengurus Pusat Kosbatik), Dr Habib Chirzin (Tokoh Perdamaian Dunia), HM Syukri Fadholi SH (tokoh masyarakat), Dr Ninot Aziz PhD (Presiden Persalina, Malaysia), serta Prof Dr Ali Imron Al Ma'ruf dari HISKI.

BACA JUGA: Festival Literasi Jogja 2025, Ini Tanggal Pelaksanaannya

“Selain peluncuran buku, rangkaian acara meliputi pembacaan puisi oleh Dr Novi K Indriastuti (UGM) dan Dr Nur Iswantara (ISI Yogyakarta), musikalisasi puisi oleh Nachrowi Ar, dan testimoni para tokoh tentang simfoni profetik: sastra, budaya, dan persaudaraan Nusantara. Suasana berlangsung hangat, ceria, dan penuh semangat persaudaraan lintas budaya,” ujar Mustofa W Hasyim, sastrawan dan pegiat literasi Yogyakarta melalui rilis yang dikirim ke yogyapos.com, Kamis (3/7/2025).

BACA JUGA: Musik dan Tari 'Sakanti Dwipantara #4' Angkat Budaya Etnik Nusantara

Dengan kegiatan ini, Kosbatik dan Balai Budaya Melayu berharap dapat memperluas jejaring literasi serta mendorong tumbuhnya kesadaran bersama akan pentingnya peran sastra dan budaya dalam memperkokoh nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas di tengah masyarakat. (*/Red)


share on: