Yogyapos.com (SLEMAN) - Musibah keracunan massal pada perjamuan acara nikah di Dusun Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, akhirnya ditangan Polisi. Salah satu penyedia menu makanan dalam hajatan ini uka suara, meski hasil laboratorium belum diterbitkan.
PR (56) pemilik UMKM yang mensuplai menu olahan siomay dalam acara tersebut tak menyangka bakal terjadi petaka keracunan massal. Dirinya penasaran pemicu dibalik peristiwa ini, lantaran usaha yang digeluti selama ini baik-baik saja.
BACA JUGA: Danang Maharsa: UMKM Penting Sebagai Pilar Perekonomian
“Seperti yang telah saya alami sebagai penjual siomay sejak tahun 2015, tidak pernah ada kendala, baru kali ini,” ujar PR dikediamannya, wilayah Pondokrejo, Tempel, kepada yogyapos.com, Senin (10/2/2025).
Bahkan, dirinya tak merasa ada yang janggal dalam memproses siomay, bahan ayam sebanyak 8 kg didapatkan di tempat biasa, lantas dihaluskan di tempat penggilingan dan tanpa ada tambahan bahan pengawet. Adonan dibuat sejak hari Kamis, lalu dimasukkan fresher (mesin pendingin) dan hari Sabtu (8/2/2025) diolah dan disajikan.
“Termasuk tepung saya pakai yang di penggilingan, saya bawa bumbu dari rumah seperti biasa, jadi ngak ada tambahan bahan apapun, saya pun tidak tahu ada salah di mana,” ujar pengurus UMKM Tempel ini.
BACA JUGA: FPB Kolaborasi Mbah Joyo Center Gelar Puncak HPN 2025, Berbagi Santunan
Dia kaget, terkait informasi adanya keracunan massal, yang diduga karena menyantap siomay olahannya. Untuk acara hajatan nikah, pemilik acara pesan sebanyak 550 porsi.
“Pukul 06.00 WIB pesanan siapkan, sekitar pukul 07.00 WIB sudah tersaji di acara dengan dikukus api menyala kecil, mulai diambil tamu sekitar pukul 09.00 WIB,” katanya.
Atas kejadian ini, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak-pihak terkait. Apapun keterangan yang diminta akan disampaikan dengan sebenarnya.
BACA JUGA: Para Lifter DIY Ikuti Kejurda Angkat Berat 2025
“Saya benar-benar tidak tahu adanya kejadian semacam ini, dan tidak saya rencanakan, karena ini usaha saya tidak mungkin mau mencelakai orang lain dan saya mohon maaf,” tuturnya.
Lurah Pondokrejo Widiyatma SE || YP-Eko Purwono
Sementara, Lurah Pondokrejo Widiyatma SE, menyatakan terkejut dan prihatin atas kejadian keracunan massal, lantaran selama ini pihaknya telah bermitra dengan owner siomay dan tidak ada kendala.
BACA JUGA: Polres Bantul Ungkap Peredaran Miras Berkedok Warung Pakan Ternak
“Selama ini kami sering makan produknya dan tidak ada masalah, kok kebetulan kemarin ada kejadian keracunan, terus terang kami engak habis pikir,” tukas Widiyatma.
Dia berharap kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus ini.
“Terus terang saya kasihan dengan warga saya, kami memohon kepada pihak terkait untuk mengusut tuntas kasus ini supaya tidak ada pihak-pihak yang dirugikan,” tandasnya.
BACA JUGA: Kejati Tahan Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah YAKKAP I Kulonprogo
Polresta Sleman telah memeriksa sejumlah saksi terkait kejadian keracunan massal hajatan nikahan. “Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” kata Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo di Mapolresta Sleman.
Pihak-pihak yang dimintai keterangan, sebut Edy, terdiri dari penyelenggara acara, termasuk mengorek keterangan dari penyedia makanan. Masih didalami pemicu keracunan, diduga disebabkan karena makanan atau ada unsur kesengajaan atau unsur yang lain.
BACA JUGA: Berdiri Sejak 2018, RSKIA Yogya Sukses Lahirkan 47 Bayi Tabung
“Sudah kita periksa penyelenggara kegiatan hajatan, termasuk penyedia makanan, kita masih menunggu hasil dari laboratorium, untuk mengetahui penyebab keracunan tersebut, masih kita dalami,” jelasnya.
Kepala Puskesmas Tempel I, Diana Kusumawati menambahkan, data terakhir yang berhasil dihimpun terdapat 160 korban keracunan massal.
BACA JUGA: Musibah Keracunan Massal, Polisi Periksa Penyelenggara Hajatan dan Penyedia Menu
“Total korban ada 160 orang, yang opname ada 39 pasien, yang diobservasi tinggal 10 orang dan beberapa sudah boleh pulang,” beber Diana.
Peristiwa ini, mulai diketahui pada Minggu (9/2/2025). Kejadian keracunan massal diduga setelah warga mengikuti gelaran acara hajatan di sebuah rumah warga dan sempat menyantap hidangan pada Sabtu (8/2/2025). Korban mengeluh dan merasakan demam, pusing, menggigil dan diare. (Opo)
