Korban Bencana Alam Sumatera 1.135 Jiwa, Pengungsi Hampir 490 Ribu

share on:
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari || YP-ist

Yogyapos.com (JAKARTA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatra mencapai 1.135 jiwa, setelah terjadi penambahan enam korban jiwa dalam pembaruan data terakhir. Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat 489.864 jiwa yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

BACA JUGA: DPW IKM DIY dan PARIK PAGA Kirim Bantuan ke Sumbar

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdatin BNPB) Abdul Muhari menyampaikan, operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan di sejumlah kabupaten/kota yang masih memiliki daftar pencarian orang. 

BACA JUGA: Menyeka Air Mata: Catatan 14 Hari Ekspedisi Relawan PII dan LAZISKU di Pedalaman Aceh

“Jumlah korban hilang terus berkurang seiring intensifnya operasi pencarian di lapangan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan harian BNPB seperti dilansir InfoPublik, Kamis (25/12/2025).

BACA JUGA: Boyke Reza dan Cheryll Rilis Single 'Aku Tahu' Rayakan Cinta dengan Irama Lembut

Selain penanganan darurat, pemerintah memberi perhatian khusus pada kesiapan sektor pendidikan. Sekolah-sekolah dijadwalkan kembali dibuka pada minggu pertama Januari 2026 setelah masa libur. 

BACA JUGA: DIY Dijubeli 938.275 Unit Kendaraan, Malioboro Tetap Primadona

“Aktivitas belajar-mengajar bukan hanya penting untuk keberlanjutan pendidikan, tetapi juga memberi dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana,” jelas Abdul Muhari.

BACA JUGA: Tarbakan Motor dan Mobil Tewaskan Perempuan Muda di Jalan Pringgodiningrat

Pemulihan akses jalan terus dikebut. Jalur Bener Meriah–Bireuen kini mulai dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat melalui beberapa jalur alternatif. Sementara itu, ruas Jalan Nasional Takengon–Bireuen secara bertahap pulih dan diharapkan memperlancar distribusi logistik, termasuk energi dari Bandara Rembele, Bener Meriah menuju Takengon, Aceh Tengah.

BACA JUGA: Boyke Reza dan Cheryll Rilis Single 'Aku Tahu' Rayakan Cinta dengan Irama Lembut

Sejumlah titik prioritas yang tengah dikerjakan antara lain Jembatan Beli di Lawe Penanggalan, Aceh Tenggara, serta akses di wilayah Nipah, Kabupaten Bener Meriah. Kementerian PUPR menargetkan sebagian besar pemulihan jalan dan jembatan nasional rampung pada 30 Desember 2025, dengan beberapa titik selesai pada awal Januari 2026.

BACA JUGA: Warga Geger! Bayi Prematur Ditemukan di Ruas Tumpukan Batu

Distribusi bantuan dari Posko Nasional BNPB di Halim Perdanakusuma terus berjalan. Hingga kini, 1.370 ton logistik telah diterima, dengan 1.361 ton di antaranya sudah disalurkan. BNPB masih menyiapkan buffer stock dan memastikan tambahan bantuan dari kementerian, lembaga, dan organisasi masyarakat terus berdatangan.

 JUGA BACA: Vonis 'Anjlok' Kasus Penipuan Penjualan Rumah, Jaksa dan Kuasa Hukum Bersikap Pikir-pikir

Penyaluran logistik di daerah tercatat, Aceh telah menerima 37,4 ton melalui jalur udara, Sumatra Utara 8,7 ton melalui jalur darat, dan Sumatra Barat 6,1 ton juga melalui jalur darat seiring pulihnya akses transportasi.

BNPB bersama BMKG dan TNI terus melakukan operasi modifikasi cuaca. Meski hujan secara umum berkurang signifikan dalam satu bulan terakhir, beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan intensitas tinggi dan banjir susulan. Hingga saat ini, tidak ada laporan penambahan korban akibat banjir susulan tersebut.

BACA JUGA: BNN Ungkap 25 Kasus, Sebagian Besar Transaksi Narkoba Dilakukan via Medsos

Pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat pemulihan pascabencana melalui sinergi pusat dan daerah, agar kehidupan masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat segera pulih dan bangkit lebih baik. (*)


share on: