Yogyapos.com (SLEMAN) - Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya (KPBB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan Program Jogja Istimewa (Jogist) gelombang 2.
BACA JUGA: Pasangan 'AMIN' Nomor 1, Muhaimin Iskandar Menunjukkan Kelasnya Sebagai Cawapres dengan 'C' Kapital
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2023 dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE). Program ini diselenggarakan di tiga tempat secara bersamaan, yaitu Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Siswa Among Beksa dan Kampus I, Gedung Alfonsus, UAJY, akhir pekan kemarin.
BACA JUGA: Caleg PDIP Sleman Dr Iwan Setyawam SH MH Persembahkan 'Istana Banteng' di Karanglo
Para mahasiswa memperoleh sejumlah pengetahuan mengenai budaya Yogyakarta baik melalui pemaparan materi maupun praktik secara langsung. Selama berlangsungnya Program Jogist, materi mengenai budaya unggah ungguh, tata busana, keprajuritan, paseran, membatik, tulup, plintheng, lebdaswara (penembang) putra dan putri, hukum Kraton, tari, dan gamelan disampaikan oleh Abdi Dalem.
Para mahasiswa peserta Program Jogist || YP-Ist
KMT Nityo Prayitno Puspito sebagai salah satu Abdi Dalem mengucapkan rasa terima kasih kepada UAJY karena bisa membangun silaturahmi dengan Kraton Ngayogyakarta sebagai bentuk keikutsertaan dalam menjaga budaya Yogyakarta. Prayit mengungkapkan bahwa mahasiswa terlihat akrab dengan bidang budaya masing-masing dalam waktu tiga jam saja.
BACA JUGA: Penggeledahan di Kantor Kalurahan Candibinangun, Ini Barang yang Disita Penyidik
“Harapannya mahasiswa UAJY ini menjadi penerus dalam melestarikan budaya Yogyakarta. Selain itu, harapan lainnya adalah mahasiswa menjadi tahu dan dapat memahami simbol-simbol di Kraton Ngayogyakarta yang kemudian bisa dipraktikkan di kehidupan Yogyakarta itu sendiri,” ujarnya.
BACA JUGA: Akibat Pisah Ranjang dengan Istri, Pria Ini Nekad Beli Bensin Menggunakan Uang Mainan
Zefanya Yumi, mahasiswa Program Teknik Industri merupakan mahasiswa asal Makassar mengungkapkan bahwa banyak pengetahuan baru mengenai budaya Yogyakarta yang diperoleh melalui Program Jogist ini.
“Sebagai pendatang baru di Yogyakarta, sangat menarik untuk melihat isi Kraton di Yogyakarta, bahkan dapat pengetahuan baru, khususnya tentang keprajuritan. Aku juga dapat relasi dari Program Jogist ini,” kata Zefanya, Senin (13/11/2023). (*)
