Caleg PDIP Sleman Dr Iwan Setyawan SH MH Persembahkan 'Istana Banteng' di Karanglo

share on:
Dr Iwan Setyawan SH MH, Caleg PDIP untuk Dapil Sleman 1 || YP-Ismet NM Haris

Yogyapos.com (SLEMAN) – Tembok bagian atas rumahnya di bilangan Karanglo, Sidomoyo, Godean, Sleman, berhiaskan gambar kepala Banteng Mocong Putih, lambang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Rumah tersebut bernama 'Istana Banteng' dan mudah ditelusur melalui Google Map. 

BACA JUGA: Tentang Netralitas dalam Pemilu, Ini yang Perlu Diperhatikan Anggota Polri

Meski pun tak ada papan nama PDIP di halaman depan rumah, namun bagi orang yang baru saja melintas di sana dan melihatnya mengira bangunan tersebut merupakan kantor PDIP. Dari dalam rumah yang semua dindingnya bercat merah itulah Dr Iwan Setyawan SH MH merancang aktivitasnya berkaitan dengan upaya pemajuan PDIP di wilayah Sleman.

BACA JUGA: Wamenkumham Resmi Tersangka Gratifikasi, Belum Ada Informasi Penahanan

Maklum, selain sebagai salah satu anggota pengurus DPC PDIP Sleman, Iwan Setyawan juga menjadi Caleg parpol pimpinan Megawati Soekarno untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Sleman 1 meliputi Sleman, Turi dan Pakem.

“Saya memang sengaja menghiasi tembok bagian atas dengan gambar kepala banteng moncong putih. Jauh-jauh hari pembangunan rumah ini dirancang dengan tembok bercat merah seperti ini,” ujar Iwan, tentang 'Istana Banteng' yang baru saja selesai dibangun.

Istana Banteng || YP-Ist

Kepada yogyapos.com, Iwan --demikian sapaan akrab Caleg yang selama ini berprofesi sebagai Advokat-- mengatakan semula tidak ada niatan untuk maju menjadi caleg. Ia selama ini lebih suka sebagai Tim Hukum di jajaran kepengurusan PDIP Sleman. Setiap ada persoalan menyangkut kepentingan hukum PDIP Sleman maupun anggotanya, maka dirinyalah yang mrantasi secara litigasi maupun non litigasi.

BACA JUGA: Gowes Bareng APTISI V dan LLDIKTI Sarana Selesaikan Masalah Secara Yogyawi

Namun dorongan rekan-rekan sesama pengurus dan kader membuatnya yang membuatnya kini menjadi Caleg. “Di hari-hari terakhir batas pendaftaran, saya memutuskan mendaftarkan menjadi Caleg. Mungkin ada benarnya juga saya harus menjadi Caleg, meneruskan perjuangan penegakan hukum melalui kursi legislatif,” tukas Iwan yang juga Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Sleman.

Iwan sebagai kader PDIP sejak remaja belia, karena kebetulan lahir dan dibesarkan oleh keluarga Marhaenis. Masa kecil di saat parpol tersebut masih bernama PDI, ia sudah lekat dengan hiruk pikuk gerakan politik PDI, berlanjut pula saat mahasiswa hingga pecah reformasi sampai kini.

Bagi Iwan, menjadi kader PDIP adalah pilihan ideologis. Konsistensi merupakan konsekwensi otomatis, sehingga dalam posisi dan keadaan apa pun tetap tegak lurus dengan kebijakan pimpinan pusat.

BACA JUGA: Tembus 34.000 Peserta! Jalan Sehat Milad ke-111 Muhammdiyah Bantul Dihadiri Ahmad Syauqi Soeratno

Sementara itu terkait dengan pencalegan, Iwan telah memiliki visi dan misi strategis, yang semuanya bemuara pada kesejahteraan berbasis keadilan bagi masyarakat. “Mungkin sama dengan semua caleg dari parpol manapun, selalu punya impian menciptakan kesejahteraan masyarakat. Cuma memang tentu strategi dan mekanisme yang berlainan karena terkait dengan sistem,” katanya.

BACA JUGA: GUGATAN MANTAN CALEG, IWAN SETYAWAN SH MH: Klien Kami Bukan Pelanggar Hukum

Sistem itulah yang kelak akan dilakukan melalui jalan politik di legislatif. Misalkan melalui produk hukum seperti Perda yang berpihak pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat. “Banyak pekerjaan rumah bagi legislatif yang harus diproduksi untuk kesejahteraan masyarakat. Bagaimana detailnya, nanti akan saya sampaikan saat pemilu memasuki tahapan kampanye,” pungkas peraih gelar Doktor dari Untag Semarang. (Met)


share on: