Kegiatan 'Gempar Sleman' Mendorong Revitalisasi Pasar

share on:

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustriaan dan Perdagangan Kabupaten Sleman  melakukan percepatan digitalisasi pasar untuk mendukung program Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat Sleman alias ‘Gempar Sleman’, di Ibardo Park, Rabu (18/1/2023).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi, menyampaikan program 'Gempar Sleman' turut menjadi upaya untuk mendorong revatalisasi pasar, baik sisi sarana dan prasarana maupun manajemen.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-orok-di-tempat-sampah-itu-hasil-hugel-oknum-mahasiswi-9463

“Revitalisasi manajemen juga sudah kita lakukan, baik pembayaran distribusi juga pelayanan online dengan pemanfaatan QRIS,” jelas Mae Rusmi.

Mae Rusmi menambahkan, pembayaran melalui QRIS diharapkan akan mempermudah masyarakat untuk bertransaksi secara aman. Selain itu agar program ini dapat menggandeng kaum milenial untuk berbelanja di pasar tradisionil.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pemkab-sleman-launching-vaksin-lsd-demi-kesehatan-hewan-ternak-9464

Mae melaporkan, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman telah menerapkan penggunaan QRIS di 8 pasar tradisional dari total 42 pasar binaan Dinas Disperindag Kabupaten Sleman. Disperindag selanjutnya akan menggandeng pasar tradisional lain untuk mempercepat digitalisasi pasar.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-penjual-ganja-asal-medan-divonis-6-tahun-penjara-9457

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, mendukung penuh adanya program 'Gempar Sleman', karena kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat khususnya generasi muda untuk semakin meramaikan pasar rakyat ditengah persaingan pasar modern.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-ukdw-dukung-pengembangan-pariwisata-kota-yogyakarta-9462

Terlebih lagi dengan inovasi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Diharapkan proses transaksi semakin muda dan praktis.Selain itu penggunaan QRIS juga diharapkan dapat meminimalisir adanya transaksi digital secara merata.

“Kedepanya saya harapkan seluruh pasar yang dikelola oleh Pemkab Sleman mebetapkan sistim transaksi dan pembayaran digital. Dengan mengikuti trend belanja serta transaksi secara online, tentunya dapat meningkatnya omset di para pedagang pasar dan PKL yang ada di Sleman,” tutur Kustini. (*/Agn)


share on: