Kasat Reskrim Solok Selatan Tewas Ditembak Rekannya Usai Menangkap Terduga Penambang Ilegal

share on:
Jenazah korban AKP Ulil Ryanto Anshari saat hendak diterbangkan ke kampung kelahirannya, Makasar || YP-Ist

Yogyapos.com (SOLOK) – Insiden penembakan oknum polisi terhadap sesama polisi Kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar terhadap terhadap rekannya yakni Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ulil Ryanto Anshari, pada Jumat (22/11/2024) dini hari. 

Penembakan dari jarak dekat menggunakan pistol itu mengenai pelipis dan pipi korban. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas namun sesampai disana sudah meninggal dunia, sehingga dirujuk ke rumah sakit setempat.

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Suharyono SIK SH MH membenarkan peristiwa tersebut, terjadi pada pukul 00.15 WIB, serta menyampaikan belasungkawa yang mendalam.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pungli-oknum-lapas-cebongan-mencapai-rp-730-juta-begini-modusnya-15833

“AKP Dadang Iskandar melakukan perbuatan yang tidak dapat ditolerir dengan menembak korban dari jarak dekat hingga menyebabkan kematian. Pada pukul 03.30 WIB ia menyerahkan diri,” katanya.

Motif melakukan penembakan masih didalami. Sudah ada 5 saksi yang diperiksa dalam kasus ini. Sedangkan barang bukti yang diamankan yakni mobil, senjata api, magazine berisi 15 peluru sudah digunakan 9 peluru. “Dua peluru diduga digunakan untuk menembak korban, tujuh peluru lainnya masih didalami,” terang Kapolda seperti dikutip dari TBNews.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-dua-terdakwa-dugaan-penggelapan-sertifikat-tanah-divonis-lepas-tim-kuasa-hukum-mengapresiasi-15822

Informasi menyebutkan, korban sebelumnya melakukan penangkapan terduga pelaku penambang galian C illegal. Dalam perjalanan membawa terduga pelaku itu, korban menerima telepon dari AKP Dadang. Sesampai di Mapolres Solok Selatan, terduga belaku diperiksa di ruang Reskrim dan tiba-tiba dari ruang pemeriksaan terdengar suara letusan senjata api.

Ketika petugas pemeriksa keluar ruangan didapati korban sudah tergeletak di area parkir dan terlihat luka tembak. Disisi lain nampak AKP Dadang pergi meninggalkan lokasi menggunakan mobil dinas.
Korban rupanya ditembak saat hendak mengambil ponsel yang tertinggal di mobilnya. Jenazah korban setelah dilakukan visum diterbangkan ke tempat asalnya di Makasar. (*/Met) 
 


share on: