Yogyapos.com (SLEMAN) - Menyasar ke seluruh lapisan masyarakat selalu dilakukan oleh Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan beserta jajarannya. Untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, saat ini seluruh jajaran kepolisian diperintahkan untuk melaksanakan kegiatan yang disebut ‘Jumat Curhat’.
Pada kesempatan ini Kapolda DIY didampingi Kapolresta Sleman Kombes Pol Aris Supriyono serta pejabat utama Polda DIY berbaur dengan warga di pasar Ngino di Kapanewon Seyegan untuk mendengar secara langsung keluhan warga, Jumat (17/2/2023)
“Tak perlu berlama-lama saya kasih sambutan, sekarang saya mendengarkan keluhan bapak-ibu sekalian,” kata Kapolda.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-danpusterad-silaturahmi-dengan-kapolres-kulonprogo-9734
Keluhan yang diterima tidak selalu dengan hal yang berkaitan dengan gangguan Kamtibmas. Seperti yang disampaikan oleh para pedagang pasar yang mengeluhkan sepinya pengunjung sehingga dagangannya tidak laris. Selain itu para pedangan juga meminta kepada kepolisian untuk memperkuat keamanan pasar. Hadir pula tokoh pemuda yang berasal dari wilayah Kapanewon Seyegan yang soal mengeluhkan dengan suara knalpot blombongan.
Mendengarkan keluhan tersebut, Kapolda memastikan telah melakukan patroli pagi dan malam dan akan terus dievaluasi agar lebih tepat sasaran.
“Terkait knalpot blombongan, saya sudah berkomunikasi dengan tokoh serta simpatisannya. Kedepan, knalpot blombongan untuk tidak digunakan lagi pada even apapun,” ucapnya.
Ditambahkan, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto, kegiatan Kapolda DIY bertujuan untuk mendengarkan keluhan masyarakat yang dilakukan oleh personel kepolisian di Yogyakarta, tidak hanya di
hari jumat saja.
“Hal ini tidak dilakukan Jumat saja, tetapi setiap saat juga menerima keluhan baik langsung maupun melalui media sosial,” imbuh Yuliyanto.
Sebelum bertemu dengan pedagang pasar Ngino, Kapolda bertemu dengan Keluarga yang mempunyai anak balita untuk diberikan makanan sehat dan sembako untuk keluarga.
“Pemberian makanan sehat ini sebagai dukungan kepada pemerintah daerah dalam rangka penanganan stunting,” tuturnya.(*/Opo)
