JFD, Upaya Wujudkan Yogyakarta Pusat Industri Fashion Dunia

share on:
Suasana Workshop FGD Jogja Fashion Dunia di Hotel Manohara Yogyakarta || YP-Ist 

Yogyapos.com (YOGYA) - Sebagai upaya mendorong perkembangan industri busana di DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menyelenggarakan Workshop Focus Group Discussion antar stakeholder pelaku usaha industri fashion. Kegiatan yang berlangsung di Hotel The Manohara, Yogyakarta, Kamis (7/3/2024).

Acara tersebut diikuti oleh  para stakeholder fashion Yogya yang terdiri dari pengusaha, desainer, manufaktur, lembaga pendidikan, dan universitas dengan mengusung tema ‘Kolaborasi Aksi Memperkokoh Sinergi Bergerak Bersama Mewujudkan Jogya Kota Fashion Dunia’.

BACA JUGA: Kapolri Membunyikan 'Otok-otok' Pembukaan Pasar Kangen Wiwitan Pasa 2024, Dihadiri Ribuan Warga

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ir Syam Arjayanti MPA menyampaikan, kegiatan Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menguatkan peran Jogja Fashion Dunia (JFD), merumuskan strategi bersama, dan menajamkan kegiatan agar memberikan kontribusi maksimal pada ekonomi dan pariwisata Yogyakarta. Oleh karena itu, hasil dari kegiatan ini nantinya akan menjadi panduan bagi lembaga JFD dalam menentukan arah kedepan.

“Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dikenal dengan kekayaan potensi Wastra dan warisan budaya Mataram Kuno, memasuki babak baru. Dalam upaya meningkatkan industri fashion di DIY dan sekitarnya, maka dirumuskan sebuah lembaga bernama Jogja Fashion Dunia yang nantinya akan menjadi mitra seiring para pelaku usaha dan stake holder industri fashion di Yogyakarta,” ujar Syam, Jumat (7/3/2024).

BACA JUGA: Kadisnaker Jateng Menghargai Kawasan Industri yang Menyejahterakan Buruh

Selanjutnya diungkapkan Syam, melalui lembaga JFD diharapkan Yogyakarta dapat menjadi slaah satu salah satu pusat fashion dunia yang berjatidiri dalam rangka meningkatkan pertumbuhan industri fashion di DIY dan sekitarnya. Dalam rangka mendukung cita-cita tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY bersama Tim Perumus Jogja Fashion Dunia memayungi dengan SK Gubernur DIY Nomor 139/TIM/2022 .

Untuk tahap pertama, lanjut Syam, Workshop ini melibatkan sebanyak 25 pelaku usaha fashion (fashionpreneur), yang kemudian menjadi sasaran program inkubasi tahap pertama. Senyampang dengan hal tersebut, pemerintah juga sedang melakukan kurasi untuk tahap berikutnya.

BACA JUGA: ITF Pusat Karbonasi di Bawuran, Ditargetkan Mampu Mengolah 70 Ton Sampah Setiap Hari 

Sementara itu, Robby Kusumaharta selaku perwakilan Kadin DIY serta Penasehat Tim Perumus Jogja Fashion Dunia, menegaskan bahwa cita-cita ini bukanlah mimpi karena Jogja memiliki kekuatan dan potensi besar dibidang fashion.

Oleh karena itu, lanjut Robby, JFD harus mampu menjadi sebuah gerakan bersama dari seluruh penggiat fashion dan stakeholder terkait sehingga dapat tercipta kolaborasi pentahelix dalam mewujudkan cita-cita ini.

BACA JUGA: Empat Pencoleng Pembobol Rumah Tinggal Wartawan Diringkus, Kerugian Sekitar Rp 60 Juta

Selanjutnya, Timotius Apriyanto yang mewakili Asosiasi Pengusaha Tekstil DIY menambahkan, tantangan dan peluang dunia fashion nantinya sangat kompleks. Untuk itu perlu adanya  kolobarasi dan kerjasama antar para pelaku usaha sehingga nantinya tujuan dari lembaga JFD ini dapat tercapai

“Kolaborasi itu sangat mutlak diperlukan, karena dimasa depan merupakan era yang membutuhkan kecepatan dalam menentukan suatu kebijakan. Hak tersebut sangat tidak mungki jika dilakukan sendiria, jadi perlu adanya kolaborasi dan kerjasama,” ujar Apriyanto.  (*/Sulistyawan Ds)

 

 

 

 


share on: