ITF Pusat Karbonasi di Bawuran, Ditargetkan Mampu Mengolah 70 Ton Sampah Setiap Hari

share on:
Peletakan Intermediate Trearment Facility (ITF) Pusat Karbonasi (pengolahan sampah), di TPST Pedukuhan Sentulrejo Bawuran Pleret Bantul, Kamis (7/3/2024) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih melakukan peletakan batu pertama pembangunan Intermediate Trearment Facility (ITF) Pusat Karbonasi (pengolahan sampah), di TPST Pedukuhan Sentulrejo Bawuran Pleret Bantul, Kamis (7/3/2024).

“Pembangunan ITF ini sebagai upaya mendukung terwujudnya Bantul bersih sampah di tahun 2025 yang merupakan visi-misi Pemkab,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Mislih tanpa menyebutkan jumlah anggaran pembangunanya.

BACA JUGA: Empat Pencoleng Pembobol Rumah Tinggal Wartawan Diringkus, Kerugian Sekitar Rp 60 Juta

Dikatakan, pembagunan ITF ini diharapkan selesai dalam waktu tiga bulan mendatang sehingga secepatnya langsung dapat dioperasikan. Sedangkan pengelolaannya memberdayakan dan bekerja sama dengan Perusahaan Daerah (PD) Aneka Dharma Kabupaten Bantul sebagai pengelolanya.

BACA JUGA: Kemenag Bantul akan Lakukan Pemantauan Hilal di Bukit Makam Syeh Belabelu

Diharapkan melalui ITF ini sampah yang diolah untuk dijadikan bahan jadi diantaranya berupa bahan pupuk, mampu sebagai komuditas dan sumber pendapatan baru.

Pemaparan keberadaan dan fungsi ITF Bawuran oleh Bupati Abdul Halim || YP-Supardi

“Beberapa hari lalu juga telah dilaunching pengoperasian ITF di Pasar Niten Sewon Bantul. Sedangkan bersamaan dengan peletakan batu pertama kali ini, sekaligus menandai adanya beberapa ITF diantaranya yang berada di Kapanewon Sedayu dan Banguntapan,” katanya.

BACA JUGA: Lintas Komunitas STAK Lakukan Bedah Rumah di Dusun Tulung Tamanmartani

ITF di Pasar Niten rata-rata mampu mengolah sampah 5 ton per hari. Yang di Sedayu dan Banguntapan serta yang lainya masing-masing diprediksikan dapat mengolah sampah 4O ton per hari. Diharapkan maksud dan upaya baik ini juga memperoleh sambutan positif dan dukungan dari masyarakat guna terwujudnya Bantul bersih sampah pada tahun 2025.

ITF di Bawuran ini mendesak dan sangat diperlukan juga karena alasan bahwa mulai Mei 2024 TPST Bawuran ditutup secara resmi oleh Pemerintah DIY. Maka sampah di Bantul harus diolah dan mampu memberikan penghasilan dan terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

BACA JUGA: Bekas Kepala Dispertaru DIY Krido Suprayitno Divonis 4 Tahun, Gratifikasi Rp 4,755 M Dikembalikan

Sementara itu, Direktur PD Aneka Dharma Kabupaten Bantul, Yuli Budi Sasongko, mengungkapkan, ITF Bawuran berkapasitas untuk mengolah sampah 70 ton per hari. Namun agar hasil kerja operasionalnyw efektif, maka hanya untuk mengolah sampah 40 ton per harinya.

Dalam kesempatan ini usai dilakukan peletakan batu pertama juga dilakukan pelepasan burung ke alam bebas dimaksudkan sebaga pratanda untuk kelancaran pembangunanya dan pengoperasianya. (Spd)

 


share on: