Yogyapos.com (YOGYA) - Kampus Jogja Film Academy (JFA) kembali menggelar workshop film. Kali ini berlangsung di ruang broadcasting MAN 2 Yogyakarta, Senin-Selasa (30-31/1/2023). Kegiatan ini mendapat respon positif, antusiasme peserta sangat kentara mengikuti setiap sesi.
Workshop film dalam rangka program kampus, yakni Pengabdian Masyarakat Jogja Film Academy bertajuk ‘Fokus Belajar Bikin Film’ tersebut, JFA memilih untuk memfokuskan ke materi penulisan naskah skenario film dan menjadi sutradara film.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-anies-agenda-perubahan-dan-tembak-mati-koruptor-9597
Dua dosen JFA dihadirkan menjadi narasumber, Suharmono MA sebagai narasumber penulisan naskah skenario dan Loeloe Hendra MSn sebagai narasumber penyutradaraan. Peserta workshop adalah siswa dan siswi MAN 2 Yogyakarta jurusan Ilmu Budaya dan Bahasa (IBB).
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pesan-perubahan-dari-yogya-anies-gemakan-keadilan-dan-persatuan-8845
“Peserta pelatihan ini adalah kelas jurusan bahasa, yang memang memiliki program broadcasting dan film. Pelatihan ini sangat baik untuk menunjang keterampilan anak, baik soft skill maupun hard skill. Pengalaman yang tidak didapatkan di kelas, bias dicapai dalam pelatihan ini,” kata Jumiyasrini SPd selaku Kanit Broadcasting.
Sementara itu, Suharmono MA dalam paparan materinya menyampaikan dengan detail, dan memfokuskan kepada pencarian ide yang dapat diperoleh di mana-mana sebagai 'bahan baku' pembuatan cerita.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-warga-tanam-pisang-di-ruas-jalan-agar-kerusakan-segera-diperbaiki-9598
“Ide itu ada di dekat kita. Karena itu tidak usah mencari ide yang jauh dan sulit. Ketika kalian melihat pengamen dengan warna silver diseluruh tubuhnya atau kalian melihat tukang permak celana dengan mesin jahit yang sudah usang, itu salah satu ide. Lalu, bagaimana kamu bias mengembangkan menjadi sebuah cerita untuk film pendek? Nah, mari mengembangkan membuat film pendek dan bagus dengan kalian menjadi seorang Film Maker,” tuturnya.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-eka-aprilia-pimpin-korp-dakwah-iiq-annur-gantikan-erik-9561
Lebih lanjut Suharmono menjelaskan, saat ini JFA telah menerapkan Triangle System, yakni pengembangan produksi film yang ditopang tiga arus : produser, sutradara dan penulis skenario. Dengan adanya 3 komponen itu diharpkan produksi film lebih cepat dan berkualitas.
Sedangkan Loeloe Hendra MSn dengan materi teknik penyutradaraan lebih menekankan pada bagaimana memilih aktor, menentukan lokasi dan keterlibatan semua crew film akan menentukan kualitas film baik dari segi cerita, artistik dan acting pemain.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-ada-togel-di-imogiri-tiga-pengepulnya-ditangkap-polisi-9593
Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Madrasah Drs H Mardi Santosa mengatakan kegiatan ini sangat berarti bagi siswa terutama dalam keterampilan broadcasting dan film, sehingga diharapkan setelah selesai workshop, geliat dan semangat membuat film pendek lebih banyak dan berkualitas.
“MAN 2 Yogyakarta juga telah menjalin kerjasama dengan kampus JFA dalammengembangkanperfilman di madrasah kami. Semoga Kerjasama ini terus berlanjut,” imbuhnya. (Anes Prasetya)
