Pesan Perubahan dari Yogya: Anies Gemakan Keadilan dan Persatuan

share on:
Anies Baswedan 'diserbu' pendukungnya saat menginjakkan kaki di Grand Pacific Yogya, Rabu (16/11/2022) || YP-Ismet NM Haris

Yogyapos.com (SLEMAN) – Anies Rasyid Baswedan menggemakan pesan perubahan dari kota pelajar dan perjuangan Yogyakarta. Bakal calon Presiden RI 2024 ini mengajak kita bersatu dengan menghadirkan keadilan. Tanpa keadilan, maka tak terwujud persatuan.

Seruan tersebut disampaikan di hadapan ribuan realawannya dalam acara deklarasi Forum Ka’bah Membangun (FKM) dan Forum Ulama Membangun (FUM), di Grand Pacific Yogyakarta, Rabu (16/11/2022). Ikut memberi sambutan antara lain Ketua Umum FKM H Habil Marati SH, Sekjen FKM dan tokoh PPP Sumut Drs H Yulizar Parigutan Lubis MPSi, KH Ahmad Wafi Maimoen Zubair dan mantan anggota DPR RI Hasan Husairi Lubis SH.

“Kita berada di sini untuk melakukan pesan perubahan. Ini bukan soal Anies, tapi tentang masa depan Indonesia. Ini bukan tentang satu orang, tapi tentang satu generasi,” tegas Anies disambut tepuk tangan 30 simpul relawan, bukan saja dari DIY tetapi juga antara lain Jateng, Lombok, Jakarta, Sulteng, Sultra, Kalimantan, Sumatera Utara dan bumi Pasundan. Tampak pula di deretan kursi depan mantan Ketua PPP DIY H Syukri Fadholy SH, senior PPP DIY H Drs Alfian Darmawan, Bambang Aris Sudjoko, Anggot DPRD DIY dari Partai Nasdem Aulia Reza dan Chang Wendiyanto SH (mantan anggota DPRD DIY dari PDIP yang kini bergabung ke Nasdem).

Di awal pidato, Anies kembali mengungkapkan pentingnya Yogyakarta bagi sebuah republik bernama Indonesia. Yogyakarta merupakan Kota Perjuangan yang menjadi unsur penentu ketika republik menghadapi ancaman dan dalam bayang-bayang masa depan yang mengkhawatirkan.

Saat itu, papar dia, diputuskanlah Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta agar memeroleh perilindungan sekaligus melanjutkan perjuangan. “Yogyakarta kota yang amat subur bagi tumbuhnya perjuangan,” tandasnya.

Dalam kondisi genting itu harulah diingat Sri Sultan Hamngku Buwono IX yang memberikan keteladanan memberikan tahtanya untuk rakyat. Ia memberikan seluruh yang dimilikinya untuk melindungi republik muda. Bahkan keteladanan tersebut diikuti oleh rakyatnya. Mereka iuran tenaga, harta, bahkan tak sedikit yang iuran nyawanya.Semua itu dilakukan tanpa bertanya kelak akan mendapatkan apa. Melainkan demi meraih kemerdekaan sebagai jembatan emas menuju kesejahteraan dan keadilan.

Kini 77 tahun berlalu semua itu sudah dirasakan, yakni terlindungi, kecerdasan dan kesejahteraan. Tapi disisi lain masih banyak diantara kita yang belum memerolehnya. 

Maka tugas kita ke depan adalah untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Ya satu itu saja; keadilan! Itu berarti kita harus memberesi ketimpangan,” ujarnya.Anies menyatakan, dalam konteks memperjuangkan keadilan itulah persatuan dirancang. Sebab persatuan tidak akan muncul dalam kondisi ketimpangan. Persatuan tercipta ketika kita sanggup menghadirkan keadilan. Rangkaian tersebut harus diperjuangkan, harus dibawa terus.

“Rangkaian ini harus dilakukan oleh orang-orang baik dan dengan cara-cara yang baik. Insya allah akan ada banyak pintu untuk kita masuki,” imbau Anies yang kembali menegaskan pentingnya kita mengajak bersatu dengan siapa pun untuk melakukan perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik. (Met)


share on: