Jelang Iduladha, 12 Ekor Kambing Digondol Maling

share on:
Polisi melakukan penyelidikan di TKP pencurian kambing, pelaku masih diburu || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Aksi pencurian hewan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha terjadi di wilayah Bantul DIY. Sebanyak 12 ekor kambing milik Kristanto (49) warga Ngepet Srigading Kapanewon Sanden Bantul, lenyap diduga digondol maling.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry membenarkan peristiwa pencurian yang terjadi pada Kamis (29/5/2024) tersebut. “Semula ada 13 ekor kambing di kandang milik Kristanto. Tapi sekarang tinggal seekor, diduga 12 ekor lainnya dicuri,” ujarnya.

BACA JUGA: Anggota DPD RI Minta Tapera Dikaji Ulang, Tawarkan Beberapa Opsi

Dengan adanya pencurian hewan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha itu, Polres Bantul dengan semakin meningkatkan kewaspadaan dan upaya preventif untuk mencegah terjadinya kejahatan serupa.

Salah satu langkah utama adalah memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama para peternak, agar lebih waspada dan meningkatkan pengamanan terhadap hewan ternak mereka.

“Meningkatnya permintaan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha, sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi pencurian ternak,” ujar Jeffry.

BACA JUGA: Wisuda Perwira Sekbang A-104 dan Sekbang PTTAA-6, Wisudawan Terbaik Letda Adipraja Soesilo

Ia wantii-wanti agar para pemilik hewan ternak apapun itu domba maupun sapi agar waspada. Hewan ternak menjadi objek kejahatan, apalagi menjelang Idul Adha, karena memiliki nilai ekonomi tinggi.

Untuk mencegah pencurian ternak, kata Jeffry, Polsek Jajaran akan terus memantau di wilayahnya masing-masing.

Tak hanya itu, para Bhabinkamtibmas juga diterjunkan di lapangan dengan menyambangi langsung para peternak untuk memberikan imbauan. Selain sosialisasi antisipasi pencurian, juga meminta warga khususnya peternak untuk waspada terhadap penipuan saat jual beli hewan kurban. Sebab, sudah ditemukan kasus penipuan hewan ternak di Kabupaten Bantul.  

Salah satu modus penipuan yang kerap terjadi adalah pemalsuan bukti transfer mobile banking.

BACA JUGA: Seorang ART Ketagihan Cabuli Bocah 'Bau Kencur', Begini Nasibnya

Pada kasus transaksi barang, penipu yang berpura-pura menjadi pembeli biasanya melakukan pembelian lewat telepon atau WhatsApp. Selanjutnya, mereka mengelabui calon korban dengan mengonfirmasi pembayaran serta memberikan screenshot bukti transfer dari mobile banking yang sudah diedit sedemikian rupa. 

Hal ini disampaikan Jeffry mengingat di Bantul baru-baru ini juga terjadi penipuan pembelian hewan ternak secara online pada 14 Mei 2024. Korban warga Dlingo, Bantul bernama Sujarwoko (29) pun rugi hingga Rp 50 juta karena harus kehilangan sapi kurban 

“Cek kembali bila jual beli melalui online, terutama bukti pembayaran via transfer,” tandas Jeffry. (Spd)


share on: