Haris Martapa Resmikan Empat Proyek Padat Karya di Cangkringan

share on:
Salah satu proyek Padat Karya yang diresmikan || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Sleman, R Haris Martapa, meresmikan hasil program padat karya wilayah Kapanewon Cangkringan, di Padukuhan Salam, Kalurahan Wukirsari, Rabu (21/5/2025).

Haris membacakan sambutan Bupati Sleman yang menyebut pada hakekatnya, padat karya merupakan kegiatan yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal.

BACA JUGA: Perdagangan Hewan Kurban Menggeliat, Sapi Berkisar Rp 18-40 Juta

Program ini menambah pendapatan, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Padat karya ini juga menjadi salah satu komitmen nyata Pemkab Sleman dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pembangunan infrastruktur di kalurahan setempat secara partisipatif.

“Keberadaan program padat karya ini bertujuan agar pembangunan di kalurahan dapat dilakukan dengan lebih cepat, sehingga permasalahan yang ada dapat segera tertangani dengan baik, terutama yang terkait dengan infrastruktur, kemiskinan dan kemakmuran,” ungkap Haris. 

BACA JUGA: Tuntutan Reshuffle Kabinet Menggelegar di Acara Sarasehan Aktivis 98

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Sutiasih menyebut padat karya yang diresmikan kali ini berupa talud, jalan, dan cor blok. Proyek tersebut dibangun di empat kapanewon, yaitu Cangkringan, Prambanan, Mlati, dan Tempel. Sutiasih menjelaskan, masing-masing tempat memiliki target panjang dan volume bangunan yang berbeda. 

“Nah saat ini yang akan kita resmikan itu ada empat lokasi, yaitu lokasi Salam, Wukirsari berupa talud, jalan, dan cor blok. Jadi setelah ini cor blok masih ada talud, jalan, cor bloknya di bawah. Jadi ada dua lokasi, ini targetnya itu 103,25 Meter persegi. Semoga ada tambahan realisasinya, ada swadaya pengembangan,” jelasnya.

BACA JUGA: Pamit Buang 'Kekebalan' Seorang Kakek Meninggal di Sungai Bulus

“Kemudian dari Mlakan, Kalurahan Sambirejo, Prambanan berupa cor blok jalan, targetnya 73,5 meter. Semoga lebih dari itu. Kemudian dari Jodag, Sumberadi, Mlati, berupa saluran irigasi, target volumenya 101,07 Meter. Kemudian dari Jeglongan, Margorejo, Tempel, volume yang targetnya 109,4 Meter persegi,” tandas Sutiasih. 

Ia juga mengatakan program padat karya tahun 2025 bersumber dari dana APBD Kabupaten Sleman yang dialokasikan untuk tujuh lokasi. Di mana, masing-masing tempat melibatkan 42 orang penduduk lokal untuk bekerja menyelesaikan proyek tersebut.  

BACA JUGA: Fajar Sadboy, Julia Vio dan DJ Ronny Rilis 'Papa Gula' Senggol Suami Centil

“Kemudian di tahun 2025 ini padat karya dari dana APBD ada tujuh lokasi. Jadi kalau satu lokasi itu 42 orang, maka tujuh lokasi ada 297 orang yang diberbadayakan untuk bekerja membangun wilayahnya, yang bekerja dikasih upah. Ini yang bisa meningkatkan kesejahteraan. Kemudian hasilnya bisa untuk memperlancar akses perekonomian. Jadi manfaatnya selain upah yang diterima oleh pekerja atau masyarakat yang bekerja, juga hasil dari padat karya,” ujar Sutiasih.

BACA JUGA: Sidang Praperadilan Ditunda, Tim Kuasa Hukum Pemohon Kecewa

Oleh karena itu, Pemkab Sleman terus berkomitmen melanjutkan program padat karya secara bertahap, menjangkau lebih banyak wilayah, dan memberikan dampak positif yang lebih luas. Tidak kalah penting, program ini pun ini mendukung kalurahan di Kabupaten Sleman bertrabsfor masi menjadi kalurahan mandiri, yakni kalurahan dengan ketaha nan pangan, konektivitas antar wu wilayah, dan lingkungan yang sehat. (*/Agn)


share on: