Yogyapos.com (YOGYA) - Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan pemindahan lokasi baru Gedung DPRD DIY bukan semata urusan teknis, melainkan sebuah langkah untuk turut menata wajah kota, memberi ruang yang lebih representatif bagi kerja-kerja legislatif.
Penegasan tersebut disampaikannya dalam acara Ground Breaking Gedung DPRD DIY di Lapangan Panahan, JalanKenari No 3E, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (25/4/2025).
BACA JUGA: LBH Nusa Menempati Kantor Baru di Jalan Kabupaten Nomor 99 Sleman
Pembangunan gedung baru DPRD DIY ini berada diatas tanah seluas 51.175 Meter persegi, dilaksanakan oleh Waskita KSO Citra dengan nilai kontrak Rp 293,8 miliar, menggunakan APBD DIY. Target pelaksanaan selama 21 bulan.
BACA JUGA: Peredaran Upal Merambah Yogya dan Sleman, 5 Pelaku Ditangkap
Turut hadir di acara ini, Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo, SH MSos MM, Kapolda DIY, Kabinda DIY, Danlanud Adisutjipto, Wakil Gubernur AAU, Walikota Yogyakarta, Kapolresta Yogyakarta dan dan tamu undangan lainnya
BACA JUGA: Menyikapi Kebijakan Dagang Trump, Syahganda: Independensi Indonesia Tepat
Lebih lanjut, Gubernur berharap agar gedung tersebut menjadi sebuah Ruang Aspirasi Publik, sebagai sudut yang terbuka bagi rakyat untuk menerakan pendapat, dan menorehkan harapan serta menyediakan kanal aspirasi digital, yang responsif dan adaptif.
BACA JUGA: MES DIY akan Gelar Syawalan Hadirkan Prof Mahfud MD
Sementara itu, Ketua DPRD DIY Nuryadi menyampaikan, ground breaking merupakan awal yang penting, bukan sekadar pembangunan gedung fisik baru, tapi awal perwujudan cita-cita besar, untuk menghadirkan rumah rakyat yang lebih representatif, fungsional dan sesuai perkembangan zaman.
BACA JUGA: 68 Personel Polda DIY Ikuti Pelatihan Peningkatan Kehumasan
Pemindahan dilakukan karena gedung DPRD DIY sekarang yang lokasinya di Malioboro, terkadang membuat kinerja para anggota legislatif maupun akses wisatawan menjadi kurang optimal.
“Diharapkan ke depan penataan Malioboro menjadi lebih optimal sesuai visi keistimewaan Yogyakarta,” ujarnya. (*/Red)
