Yogyapos.com (SLEMAN) - Gedung SMP Negeri 2 Kalasan mengalami kerusakan cukup parah akibat terdampak hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kalasan, Sleman, Sabtu (31/1/2026) sore.
BACA JUGA: 20 Siswa SMA Muhi Yogya Ikuti Wisuda Tahfidz
Kepala SMP Negeri 2 Kalasan, Hadi Suparmo SPd MPd menyampaikan dampak terparah terjadi pada parkiran sepeda siswa yang ambruk. Kerusakan juga meliputi atap bangunan yang terbawa angin, pagar belakang sekolah, pohon tumbang, aula sekolah, serta alat gamelan yang basah akibat rembesan air hujan.
BACa JUGA: Karang Taruna Desa Sriwedari Tampil Memukau di Event AIESEC Pakuwon Mall Jogja
“Beberapa ruang kelas juga terdampak air hujan hingga menyebabkan komputer dan peralatan sekolah basah, sehingga perlu penanganan segera agar tidak mengganggu proses pembelajaran,” terangnya.
BACA JUGA: Temuan Dinas Peternakan Bantul: 23 Ekor Sapi Terpapar PMK
Sebagai langkah awal penanganan, pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan, BPBD, dan PLN. BPBD setempat juga telah memberikan bantuan enam lembar terpal untuk menutup atap yang bocor guna mencegah kerusakan lanjutan.

Untuk mempercepat pemulihan, SMP Negeri 2 Kalasan menggelar kerja bakti atau gotong royong massal pada Minggu (1/2/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari guru, karyawan sekolah, orang tua siswa, pengurus Paguyuban Orang Tua (POT), BPBD, hingga relawan.
BACA JUGA: PT JMS Mitra Strategis Jasa Pengamanan dan Pengelolaan SDM Profesional Terpercaya
Kerja bakti difokuskan pada pembersihan ruang kelas, penataan puing-puing bangunan, serta pembenahan sementara pada bagian atap yang bocor agar fasilitas sekolah dapat kembali digunakan.
BACA JUGA: Harlah 100 Tahun, Gus Hilmy: NU Harus Terus Relevan
Pihak sekolah mengimbau orang tua siswa untuk berpartisipasi aktif dengan membawa peralatan kebersihan dari rumah, seperti sapu lidi, alat pel, serbet, dan perlengkapan lainnya. Sekolah juga sangat mengapresiasi apabila setiap kelas dapat mengajak tukang bangunan untuk membantu perbaikan atap secara gotong royong.
BACa JUGA: MLSC Yogyakarta Seri 2 2025-2026 Focus Mencari 16 Pemain Terbaik
“Kami berharap seluruh stakeholder sekolah, termasuk Paguyuban Orang Tua, dapat bersama-sama membantu membenahi atap bocor, membersihkan kelas, dan lingkungan sekolah,” kata Hadi.
BACA JUGA: Danrem 072/Pmk: Jenderal Besar HM Soeharto Tetap Jadi Inspirasi Prajurit
Sambil menunggu proses perbaikan selesai, pihak sekolah juga tidak menutup kemungkinan akan menerapkan pembelajaran daring selama beberapa hari ke depan, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan siswa. Proses pemberihan eskses musibah tersebut masih dilakukan hingga Minggu (1/2/2026). (*/inm)
