Yogyapos.com (BANTUL) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bantul bersama Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Penguatan Moderasi Beragama di Kalangan Pemuda Lintas Iman’, di Waroeng Omah Sawah (WOS Bantul, Selasa (11/11/2025).
BACA JUGA: Kebangpol Sleman Gelar Program Penanaman Wawasan Kebangsaan di 86 Kalurahan
Sekretaris FKUB Bantul, Imron Rosyid, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara FKUB dan FPLA.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat koordinasi serta menumbuhkan semangat kolaborasi antara FKUB dan FPLA dalam menjaga harmoni antarumat beragama di Bantul,” ujarnya.
BACA JUGA: Ibu Muda 'Bobol' BMT Projo Artha Sejahtera Ratusan Juta, Begini Modusnya
Diskusi berlangsung interaktif di bawah panduan Aminuddin, Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Bantul, yang memoderatori jalannya sesi. Para peserta dari berbagai komunitas aktif berdialog dan berbagi pengalaman dalam membangun sikap moderat di lingkungan masing-masing.
Ketua FKUB Bantul, H Yasmuri mengungkapkan pentingnya peran generasi muda lintas iman dalam menjaga harmoni sosial.
BACA JUGA: Mayat di Sungai Progo Sendangsari Terkuak, Ini Identitasnya
“FPLA adalah mitra strategis FKUB. Generasi muda lintas agama memiliki energi besar untuk menjaga kerukunan. Kolaborasi ini harus terus dirawat agar nilai moderasi beragama tidak hanya menjadi wacana, tetapi gerakan nyata di masyarakat,” tegas Yasmuti yang juga anggota DPRD Bantul Fraksi PKB.
BACA JUGA: Waropen, Daerah Otonom Baru Menuju Kemandirian dengan Kearifan Lokal & Regulasi Humanis
Ia menambahkan, FKUB berkomitmen menjadi jembatan utama dalam membangun dialog antarumat beragama serta memberikan rekomendasi kebijakan keagamaan kepada pemerintah daerah.
“FKUB berkomitmen menjaga ruang dialog tetap terbuka dan sehat agar semangat kebersamaan tidak berhenti hanya di tataran simbolik,” ujarnya.
BACA JUGA: Faris Olish dari Radio Nabawi FM Penyiar Berita Terbaik KPID Award 2025
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Muntolib, menekankan bahwa upaya membumikan moderasi beragama tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja.
Suasana FGD FKUB Bantul|| YP-Ist
“Moderasi beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat. FKUB dan FPLA menjadi ujung tombak dalam menanamkan nilai toleransi, saling menghargai, dan gotong royong,” ungkapnya.
BACA JUGA: Data BPS, Keluarga Miskin di Sleman Turun 0,06 Poin
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh pengurus FKUB, anggota FPLA, serta perwakilan organisasi kepemudaan lintas agama, termasuk Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bantul.
BACA JUGA: DPRD dan Pemkab Bantul Teken Raperda Perlindungan Lahan Pertanian
FPLA selama ini dikenal aktif melalui berbagai kegiatan sosial lintas iman seperti bakti lingkungan, bersih masjid dan tempat ibadah, pelepasan bibit ikan, hingga outbond lintas komunitas. Program-program tersebut dinilai efektif menumbuhkan solidaritas dan memperkuat jaringan kebersamaan antaragama di kalangan muda.
BACA JUGA: Keluarga Besar KSPSI Turut Bahagia Marsinah Pahlawan Nasional
Salah satu peserta, Ahmad Najib dari IPNU Bantul, menyampaikan pandangannya tentang pentingnya keterlibatan pelajar dan santri dalam forum lintas iman.
“Santri dan pelajar NU harus hadir di setiap ruang yang membicarakan masa depan kerukunan. Kita belajar bukan hanya memahami kitab, tapi juga memahami realita sosial di sekitar kita. Karena menjaga kerukunan adalah bagian dari dakwah bil hal,” ujarnya.
BACA JUGA: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal Ketiga 2025
Ia menambahkan, semangat kolaborasi lintas iman sejalan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menekankan keseimbangan, keterbukaan, dan persaudaraan.
“Kolaborasi lintas iman bukan berarti mencampur keyakinan, tetapi menegaskan bahwa perbedaan bisa berjalan berdampingan. Justru dari perbedaan itulah kita belajar untuk saling menghargai dan menguatkan,” imbuhnya. (Markaban Anwar)
