Yogyapos.com (SLEMAN) - Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Internasional (IUPIE), Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berhasil menorehkan prestasi akademik di tingkat internasional dalam ajang Supply Chain and Logistics Challenge (SLOG Challenge) 2026.
BACA JUGA: Piala Dunia Makin Seru, Prajurit Korem 072/Pmk Kembali Gelar Nobar
Mereka Maria Rosari Zevannya Restu Bumi (angkatan 2023) sebagai Juara 1 dan Daniel Kasih Wirjawan (angkatan 2023) sebagai Juara 2. Keduanya didampingi oleh Ir Twin Yoshua R Destyanto ST MSc PhD IPM selaku Ketua Program Studi Sarjana Teknik Industri serta Dr Yosephine Suharyanti ST MT selaku dosen pengampu mata kuliah Supply Chain Management, membawa pulang keberhasilan yan gemilang.
BACA JUGA: Kejati DIY Tahan Eks Jogoboyo Condongcatur di Lapas Kelas II A Yogyakarta, Reno Ikut Dijerat
Diketahui, SLOG Challenge merupakan kompetisi akademik skala internasional yang bergerak di bidang Logistik dan Manajemen Rantai Pasok. Kompetisi ini pertama kali diluncurkan pada 10 Mei 2021. Diselenggarakan oleh Van Lang University (VLU) Vietnam, tepatnya oleh Faculty of Commerce VLU bekerja sama dengan Logistics Talent Club VLU. Pada tahun 2026, SLOG Challenge mengusung tema “Data Analytics & Digital Twin for Smart Logistics and Supply Chain”.
BACA JUGA: Reno Candra Sangaji Resmi Ditahan, Diduga Terlibat Korupsi TKD Condongcatur
Tim UAJY memulai perjalanan kompetisi dari 21–24 Juni 2026, diawali dengan keberangkatan ke Kota Ho Chi Minh Vietnam, kunjungan ke High-Tech Agriculture Facility di Cu Chi, pengenalan kampus VLU dilanjutkan dengan rehearsal. Pada 24 Juni 2026 menjadi puncak acara, dimana Daniel melaksanakan beberapa kegiatan, seperti Presentasi Privat, Diskusi Tim, Debat Terbuka, Judging Sessions, dan diakhiri dengan Awarding Night.
BACA JUGA: Oknum Anggota Dewan Sleman Ditahan Kejaksaan, Ini Penyebabnya
Maria Rosari menjelaskan, mahasiswa internasional yang mengikuti kompetisi tidak melalui tahap penyisihan seperti peserta dari Vietnam. Mereka langsung mengikuti babak final dan dibagi secara acak ke dalam tim multinasional.
BACA JUGA: Seru! Penyidik Kejari Sleman Laporkan Dugaan Keterangan Palsu Saksi Korupsi Dana Hibah Pariwisata
"Di SLOG Challenge ini kami langsung mengikuti final stage. Sebelumnya, mahasiswa dari berbagai universitas di Vietnam sudah melalui tahap seleksi. Sementara peserta internasional dari Indonesia, Malaysia, Kamboja, dan Taiwan langsung masuk ke babak final, lalu dibagi secara acak ke dalam kelompok untuk menyelesaikan studi kasus bersama," ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Para juara || YP-Ist
Daniel menerangkan bahwa VLU berkolaborasi resmi dengan Program Studi Sistem Informasi UAJY. “Sebelumnya kami menerima informasi mengenai kompetisi ini dari Program Studi Sistem Informasi UAJY karena mereka menjalin kolaborasi, seperti pertukaran pelajar pada Mei 2026 lalu, yang kemudian VLU mengirimkan undangan kompetisi, dan diteruskan pada kami,” ujar Daniel.
BACA JUGA: Terkait Penahanan Raudi Akmal, Ini Respon Baharuddin Kamba dari JCW
Dalam kompetisi ini, Maria dan Daniel tergabung dalam tim yang berbeda bersama delegasi dari berbagai negara Asia Tenggara. Setiap tim diminta merancang solusi inovatif terhadap permasalahan logistik dan rantai pasok menggunakan pendekatan data analytics serta digital twin. Solusi yang mereka susun berfokus pada efisiensi waktu, biaya, dan sumber daya, sekaligus mempertimbangkan aspek keberlanjutan melalui upaya pengurangan emisi karbon dioksida (COâ‚‚) dari aktivitas logistik.
BACA JUGA: Gempar! Kejati DIY Geledah Kantor Dinas Koperasi di Jalan HOS Cokroaminoto Yogya
Daniel juga mengungkapkan tentang kesulitan-kesulitan yang dialaminya selama kompetisi, namun terus bersyukur karena pihak kampus turut peduli lewat dukungan pembiayaan.
BACA JUGA: Gerindra: Evaluasi Latsarmil Jadi Momentum Perbaikan, KDMP-KNMP Tetap Dilanjutkan
“Untuk teman-teman UAJY, khususnya FTI, kedepannya belajar untuk keluar dari zona nyaman dan jangan malas untuk mempelajari sesuatu yang mungkin terasa sulit, namun pada akhirnya bisa dilalui, kami juga memiliki banyak tantangan dalam mencoba hal baru, tapi ketahuilah UAJY juga mendukung penuh mahasiswanya untuk berkembang,” jelas Daniel.
BACA JUGA: Menteri Jumhur Ungkap Potensi Perdagangan Karbon Indonesia Capai Ribuan Triliun
Maria turut mengajak mahasiswa UAJY agar tidak ragu mencoba pengalaman baru dan terus mengembangkan kemampuan diri.
"Jangan takut mencoba hal baru dan berani menantang diri sendiri keluar dari zona nyaman. Teruslah belajar, terutama hal-hal yang awalnya terasa sulit, karena justru dari situ kita bisa mendapatkan banyak pengalaman dan kesempatan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya," ungkapnya.
BACA JUGA: Jembatan Berjo Kidul Diresmikan, Bukti Kuatnya Semangat Gotong Royong
Melalui prestasi ini, diharapkan dapat mendorong seluruh mahasiswa UAJY untuk berprestasi di tingkat internasional dan menjadi pengingat bahwa UAJY selalu mendukung mahasiswa untuk berprestasi. (*/Met)
