Yogyapos.com (YOGYA) - Era Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA) menggambarkan keadaan yang penuh ketidakpastian pada saat perang berlangsung.
Peristiwa mutakhir, perang Iran melawan Israel-Amerika adalah fenomena menarik yang akan berdampak krisis saat ini dan masa depan politik Internasional serta situasi sosial ekonomi geopolitik Indonesia dalam situasi global.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Mobil Komersial Listrik di Magelang
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dr Arie Sujito SSos MSi, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat UGM dalam kegiatan Penyusunan Rencana Aksi Pokja Ketahanan Ekonomi Kesbangpol DIY 2026 yang berlangsung di Badan Kepegawaian Daerah DIY Jalan Kyai Mojo No.56, Bener, Tegalrejo, Yogyakarta, Kamis (9/4/2026).
BACA JUGA: 1.400 Peserta Ikuti Seleksi Anggota Polri Panda DIY
"Kondisi ini membawa konsekuensi pada cara membaca keterkaitan situasi ekonomi Internasional kondisi ekonomi nasional, dampaknya pada lokal. Hegemoni dan dominasi blok politik ekonomi global, kini menghadapi ketegangan serius, dan berpengaruh pada posisi baru yang berkonsekuensi pada kawasan asia khususnya Indonesia," sebut Arie Sujito.
BACA JUGA: Kita dan Sosiologi Dracing
Arie melanjutkan, perlu terobosan strategis kebijakan yang menautkan kondisi empirik dan orientasi kedepan dengan misi kemandirian, keadilan, kemanusiaan dan kesejahteraan.
"Ketahanan ekonomi dan sosial memposisikan kemampuan membaca potensi mandiri atau melepaskan ketergantungan berbasis kapasitas dan pilihan perspektif pengetahuan yang mendasarinya,"ungkapnya.
BACA JUGA: Pemerintah Beri Sanksi Teguran Resmi ke Google agar Patuhi PP Tunas
Resilien vs perapuhan memperkuat kapasitas keluarga komunitas dan masyarakat sebagai subjek ekonomi dan sosial untuk pertimbangan negara dalam memosisi diri dalam keputusan kemandirian dalam kancah global.
BACA JUGA: WFH di Kemenimipas Tetap Prioritaskan Produktivitas dan Layanan Digital Optimal
"Masyarakat global mengalami krisis bertingkat dengan ragam akar masalah serta dampak yang ditimbulkan kian meluas," sebutnya.
Krisis ekonomi dan politik serta risikonya secara sosial juga dialami Indonesia, dengan pengaruhnya di aras lokal, komunitas dan keluarga. Risiko lama dampak ketergantungan pada internasional, peristiwa perang, bencana alam dan sosial serta ragam masalah lainnya
BACA JUGA: Jenazah Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon Telah DImakamkan di TMP Kulonprogo
"Relevan membahas krisis melalui pendalaman diskusi untuk mengantisipasi melalui strategi ketahanan sosial ekonomi, baik konsep maupun praksis sebagai bahan kebijakan strategis," sambungnya.
BACA JUGA: Generasi Muda Sebagai Pilar Kesatuan Bangsa di Era DIgital
Sementara itu, JF PSM Ahli Madya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kesbangpol DIY, Noericha Amalah SSTP MSc mengatakan, fokus tema kegiatan perdana pada 2026 ini mengusung tema "Peluang dan Tantangan Pokja Ketahanan Ekonomi DIY dalam Menyikapi VUCA.
BACA JUGA: Jogja Printing Expo 2026 di JEC, Dorong Kemajuan Industri Percetakan Nasional
"Dalam penyusunan rencana aksi Pokja Ketahanan Ekonomi DIY 2026 ini kita menghadirkan tiga narasumber yang relevan dengan tema diskusi terkait VUCA dan menyikapinya," ujar Noericha Amalah.
BACA JUGA: BNN Kabupaten Sleman Punya Kantor Baru
Tiga narasumber yang diundang, yakni Sentot Bangun Widoyono, Statistisi Ahli Utama BPS DIY yang menyampaikan materi “Analisis Pertumbuhan Ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta”. Lalu tema ”Fenomena VUCA, Peluang dan Tantangan bagi Ekosistem Ketahanan Ekonomi Masyarakat di DIY” disampaikan oleh Arie Sujito dari Fisipol UGM.
BACA JUGA: Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono Pernah Inspektur Upacara Pemakaman Kakeknya yang Pejuang
"Kita undang juga praktisi ketahanan ekonomi yakni Bapak Tri Sahro Zani selaku owner Kebun Bu Utiq & Pak Tri menyampaikan materi "Praktik Baik Pejuang Swasembada Pangan Keluarga”," jelasnya.
BACA JUGA: Kolaborasi UAJY-RS Panti Rapih Perkuat Branding Kampus Kedokteran Unggul
Dalam kesempatan tersebut para peserta diberikan waktu untuk menyampaikan tanggapan, saran, masukan, dan pertanyaan yang dipandu oleh Wahyu Satrio Guntoro. (Opo)
