Yogyapos.com (PADANG) - Tim periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Istana Gubernur Sumatera Barat, Selasa (23/12/2025).
Pertemuan ini bertujuan menyampaikan berbagai hasil riset strategis BRIN yang berpotensi diadopsi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan.
BACA JUGA: Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Ustad Jazir, Salim A Fillah: Almarhum Tinggalkan Jejak Peradaban
Salah satu poin utama yang dipaparkan oleh perwakilan Tim BRIN, Drs. Musfebtial MHum adalah hasil riset terkait mitigasi bencana melalui kajian penamaan rupa bumi atau toponimi. Kajian ini diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana yang berlandaskan kearifan lokal, khususnya di wilayah Sumatera Barat yang rawan bencana.
BACA JUGA: Titiek Soeharto Serahkan 200 Unit Becak Listrik kepada Komunitas Becak Kayuh DIY
Audiensi tersebut diprakarsai oleh Dra. Zusneli Zubir MHum, dan dihadiri oleh sejumlah periset BRIN, antara lain PR KKP ARBASTRA Musfebrial MHum, PR MLTL Rita Novita MHum, PR Preservasi Bahasa Yulino MHum, Syamsurijal dari ARBASTRA, Sharli Asmairicen dari PR Peternakan, serta Kepala Balibangda/BRIDA Sumatera Barat Rina Anisa.
BACA JUGA: Arus Libur Nataru, 371 Ribu Kendaraan Padati Wilayah DIY
Kehadiran para periset dari berbagai bidang ini mencerminkan komitmen BRIN dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin dengan pemerintah daerah.
Tim Riset || YP-ist
Dalam suasana diskusi yang hangat, para periset BRIN yang berdomisili di Sumatera Barat berasal dari berbagai pusat riset, seperti Pusat Riset Hortikultura (PRH) di bawah Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih (TLTB), Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) di bawah Organisasi Riset Energi dan Manufaktur, serta Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (ARBASTRA).
BACA JUGA: Vonis 'Anjlok' Kasus Penipuan Penjualan Rumah, Jaksa dan Kuasa Hukum Bersikap Pikir-pikir
Gagasan kolaborasi ini disambut positif oleh Gubernur Mahyeldi, yang menegaskan bahwa Pemda Sumatera Barat telah merancang program riset kolaboratif dengan melibatkan BRIN sebagai mitra strategis utama.
Menurut Gubernur Mahyeldi, sinergi antara Pemda dan BRIN sangat penting agar setiap kebijakan publik yang diambil didasarkan pada analisis data yang akurat dan metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
BACA JUGA: BNN Ungkap 25 Kasus, Sebagian Besar Transaksi Narkoba Dilakukan via Medsos
Sebagai bentuk apresiasi nyata, Gubernur Mahyeldi juga menjanjikan penyediaan fasilitas ruang kerja yang layak dan nyaman bagi para periset BRIN di Sumatera Barat. Saat ini, Pemda menunggu surat permohonan resmi dari BRIN sebagai dasar administratif dan legalitas penyediaan fasilitas tersebut, yang diharapkan dapat menjadi pusat inovasi bersama antara periset pusat dan daerah.
BACA JUGA: Polda DIY Sterilisasi 40 Gereja, Pastikan Keamanan Ibadah Natal
Di sela-sela audiensi, Gubernur Mahyeldi secara khusus meminta dukungan Tim Ahli BRIN untuk membantu penanganan bencana alam yang baru-baru ini melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Ia berharap keterlibatan BRIN dapat menghadirkan solusi teknis yang cepat dan tepat, baik dalam upaya pemulihan maupun mitigasi bencana di masa mendatang, sehingga keselamatan dan ketahanan masyarakat dapat terus ditingkatkan. (Muhammad Fadhli)
