Banyurejo Menuju Kalurahan Mandiri Budaya, Buka Peluang Pertumbuhan Ekonomi

share on:
Pelaksanaan verifikasi lapangan Desa/Kalurahan Mandiri Budaya tahun 2026 di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Kamis (16/4/2026) || YP-ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Desa/kalurahan mandiri budaya tidak hanya diukur dari aktivitas budaya saja, namun diharapkan dampaknya berpengaruh positif terhadap kehidupan masyarakat secara luas.

BACA JUGA: Lebih Berbahaya Wiji Thukul atau Saiful Mujani?

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto dalam pelaksanaan verifikasi lapangan Desa/Kalurahan Mandiri Budaya tahun 2026 di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Kamis (16/4/2026).

BACA JUGA: Krista Exhibitions Kembali Persembahkan Pameran Makanan dan Minuman Terbesar

“Penilaian ini mencakup berbagai aspek penting yang menunjukkan sejauh mana desa/kalurahan mampu mengelola potensi budaya secara terintegrasi dan berkelanjutan,” jelasnya.

BACA JUGA: Monitoring dan Evaluasi Program TPK Berlangsung di Posyandu Asparagus II Babadan

Dijelaskan, proses verifikasi lapangan dilakukan secara menyeluruh dan berbasis pada indikator yang telah ditentukan. Seluruh aspek diverifikasi melalui peninjauan lapangan, dialog dengan pemangku kepentingan, serta pencocokan dokumen pendukung yang telah disiapkan oleh Pemkal Banyurejo.

"Terdapat sepuluh aspek utama yang menjadi fokus penilaian, yakni kelembagaan budaya, pelestarian tradisi dan adat istiadat, pengembangan seni dan ekspresi budaya, pemanfaatan dan pengelolaan warisan budaya, ekonomi berbasis budaya, ruang dan infrastruktur budaya, partisipasi masyarakat, regulasi dan dukungan kebijakan, keberlanjutan program, serta jejaring dan kemitraan," terangnya.

BACA JUGA: PDAM Tirta Sembada Sleman Jamin Kecukupan Air Bersih Saat Musim Kemarau

Lurah Banyurejo, Saparjo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim penilai dari tingkat provinsi. Ia menandaskan keikutsertaan Pemkal Banyurejo dalam program ini telah memasuki tahun ketiga, sejumlah upaya perbaikan telah ditempuh dan berharap tahun ini dapat memberikan hasil yang diharapkan.

BACA JUGA: Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono Pernah Inspektur Upacara Pemakaman Kakeknya yang Pejuang

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim penilai. Ini merupakan keikutsertaan kami yang ketiga kalinya, dan tentu menjadi proses pembelajaran yang berharga," sebut Saparjo.

BACA JUGA: Generasi Muda Sebagai Pilar Kesatuan Bangsa di Era DIgital

Program desa/kalurahan mandiri budaya sendiri merupakan upaya strategis dalam mendorong desa menjadi subjek pembangunan dengan berbasis pada kearifan lokal. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. (Opo)

 


share on: