Yogyapos.com (BANTUL) - Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal) dari 75 kalurahan di Kabupaten Bantul mengadakan bimbingan teknis (bimtek), di Gedung Paripurna DPRD Bantul, Senin (9/2/2026).
BACA JUGA: Epstein dan Dunia yang Dikuasai Kegelapan
“Dua unsur melatarbelakangi bimtek ini, yakni keterwakilan wilayah dan keterwakilan perempuan. Bamuskal untuk keterwakilan wilayah tugas pokok dan fungsinya sudah sangat jelas. Namun untuk Bamuskal dari keterwakilan perempuan secara regulasi belum ada sehingga dengan bimtek ini bisa merumuskan kiprah Bamuskal keterwakilan perempuan ini memperjuangkan keterwakilan perempuannya,” kata Ketua Paguyuban Bamuskal Bantul, Andi Sulistyo.
BACA JUGA: HUT ke-80, Persit KCK Gelar Doror Darah
Melalui bimtek ini diharapkan dapat tergali kiprah dan aspirasi dari perempuan karena selama ini yang menguasai ranah demokrasi di padukuhan adalah tokoh laki-laki.
"Perempuan akan bisa lebih berkiprah untuk memperjuangkan aspirasi para perempuan di wilayahnya," tambahnya lagi.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Berikan Taklimat Peserta Rapim TNI-Polri, Tekankan Profesionalisme dan Persatuan
Andi menjelaskan jumlah anggota Bamuskal disetiap kalurahan antara delapan hingga sembilan orang tergantung banyak sedikitnya jumlah penduduk. Namun demikian setiap Bamuskal dipastikan ada satu perwakilan perempuan ditambah adanya Bamuskal perempuan yang terpilih secara demokratis melalui keterwakilan wilayah atau daerah pemilihnya.
BACA JUGA: Praperadilan Tersangka Kredit Fiktif BRI Banguntapan Ditolak karena Sudah Masuk Pokok Perkara
"Jadi total keterwakilan perempuan Bamuskal total ada 75 orang ditambah Bamuskal perempuan yang terpilih melalui perwakilan dapil. Total Bamuskal perempuan di Bantul mencapai sekitar 105 orang," tuturnya.
BACA JUGA: Praperadilan terhadap Polresta Sleman Ditolak Seluruhnya, Proses Hukum Tersangka Narkoba Dilanjut
Lebih lanjut Andi mengatakan tugas pokok dan fungsi dari Bamuskal adalah menggali dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Khusus untuk Bamuskal dari keterwakilan perempuan dan Bamuskal perempuan yang terpilih mewakil daerah pemilihan dalam menggali aspirasi perempuan punya kemampuan yang berbeda-beda namun Bamuskal yang pintar-pintar jumlahnya terbatas.
BACA JUGA: Keraton Yogyakarta Luncurkan Dua Buku Sejarah Berbasis Arsip
"Dengan bimtek ini para Bamuskal perempuan ini akan diketahui siapa saja yang akan diperjuangkan, mekanisme menggali aspirasi perempuan bagaimana , objek perempuan yang akan diperjuangkan siapa saja," ungkapnya.
BACA JUGA: Jossie Rilis Album 'We Don't Like A Refferee' Berisi 8 Lagu dengan Warna Baru
Wakil Ketua Komisi A, DPRD Bantul, Ani Widayani berharap Bamuskal perempuan ini bisa menyampaikan permasalahan perempuan dan anak karena selama ini saat musyawarah padukuhan dan kalurahan lebih banyak usulan yang sifatnya infrastruktur. (*)
