Advokat Dr HM Iwan Setyawan: Pembangunan Masjid Yayasan Al Fath Kalijaga Sesuai Prosedur

share on:
Plakat penolakan yang ditempel di dinding masjid || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Aksi penolakan pembangunan masjid oleh Yayasan Al Fath Kalijaga di Dusun Kragilan, Sleman, yang dilakukan sejumlah pemuda beberapa hari lalu sempat viral di medsos.

Merespon hal itu Advokat Dr Iwan Setyawan SH MH selaku kuasa hukum Imam Hudaya Cq Pengurus Yayasan Al Fath Kalijaga menyatakan sangat menyayangkan. Sebab pembangunan masjid tersebut bukan untuk kepentingan pribadi maupun yayasan, melainkan diperuntukan bagi seluruh umat muslim.

BACA JUGA: Danrem 072/Pmk Open House di Rumah Dinas Jalan Yos Sudarso Yogyakarta

Selain itu, pembangunan masjid ini sudah melalui prosedur sebagaimana diatur dalam perundang-undangan dengan meminta izin dari Dukuh setempat, Forum Kerukunan Umat Beragama Sleman, Kemenag Sleman dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sleman.

Advokat Iwan Setyawan SH MH || YP-Dok.redaksi

“Terus terang kami sangat menyesalkan dengan adanya aksi penolakan menempel spanduk, plakat dan sejenisnya di tembok masjid pada 12 April 2024 itu,” ujar Iwan kepada yogyapos.com, Senin (15/4/2024) malam.

Iwan mengatakan, pada tanggal 12 April 2024 tersebut sedianya akan dilakukan peresmian oleh Wakil Bupati Sleman. Namun karena ada aksi, maka rencana itu diurungkan. “Kami tetap meresmikannya, tapi tanpa menghadirkan Pak Wakil Bupati,” jelas Iwan.

BACA JUGA: Ratusan Orang Melayat Anggota DPDR Bantul Petrus Lanjar Wijoyono, Datin Nyatakan Tak Ada PAW

Iwan juga menegaskan, pihaknya menolak jika Masjid itu disebut ilegal. Karena legalitasnya jelas, didirikan oleh sebuah yayasan yang diperuntukan bagi umat. Semua proses perizinan juga telah dilakukan tanpa ada penolakan. “Semua proses itu masih berlangsung. Pihak yayasan dibolehkan membangun masjid. Aneh, ada sebenarnya muncul penolakan melalui aksi tempel plakat segala. Kami berharap pihak-pihak yang berkompeten dapat memberikan penjelasan agar tidak terjadi gesekan horisontal di tengah masyarakat,” pungkas Iwan seraya menujukkan bukti berkas-berkas perizinan.  (Met)


share on: