Ada Marcella Zalianty! Saksikan 'Tukar Takdir' di Bioskop, Tayang Sejak 2 Oktober

share on:
Dari kiri, Ariyo Wahab, Marsha Timothy, Mouly Surya, dan Revaldo saat berada di Empire XXI Kota Yogyakarta, Selasa (7/10/2025) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Film Tukar Takdir membawa genre baru ke perfilman Indonesia melalui drama petaka pesawat. Film ini menjadi persembahan terbaru dari kolaborasi Starvision dan Cinesurya bekerja sama dengan Legacy Pictures. Sudah mulai di bioskop pada 2 Oktober 2025.

BACA JUGA: Hajatan Akbar 'Meneroka Spirit Profetik' Tandai 45 Tahun Teater Eska

Sinopsis film ini beranjak dari  tokoh Rama yang diperankan Nicholas Saputra. Ia tertatih untuk bangkit setelah menjadi satu-satunya penumpang yang selamat dalam petaka pesawat Jakarta Airways 79 dengan korban meninggal 132 orang.

Diadaptasi dari novel laris berjudul sama karya Valiant Budi, film ini ditulis dan disutradarai oleh Mouly Surya, dengan produser Chand Parwez Servia dan Rama Adi.

BACA JUGA: Petani Milenial-Pemkal Dlingo Kembangkan Destinasi Wisata Kampung Kopyor Semuten

Tukar Takdir akan menjadi perjalanan ketiga bintang utama, Nicholas Saputra, Marsha Timothy, dan Adhisty Zara berdamai dengan takdir. Ketiganya terhubungoleh sebuah takdir: petaka pesawat. 

Nicholas Saputra memerankan Rawa, seorang programmer IT di bidang perpajakan. Karena pekerjaannya, Rawa kerapmenggunakan pesawat untuk bepergian, dan pilihan utamanya adalah pesawat jenis LCC (Low Cost Carrier).

Sementara itu, Marsha Timothy memerankan Dita, notaris berjiwa kuat yang sudahmenikah selama 15 tahun dengan sahabat masa sekolahnya, Raldi (Teddy Syach).

BACA JUGA: Rayya Zakiyya Juara 1 Lomba Bertutur, Ketua Juri: Sangat Berbakat

Hatinya remuk ketika mengetahui suaminya meninggal dalam kecelakaan pesawat Jakarta Airways 79. Pertemuan keduanya terjadi di tengah investigasi petaka pesawat Jakarta Airways 79. Dita, marah dengan Rawa. Mengapa Rawa yang hidup, bukan suaminya. Amarah Dita semakin memuncak saat tahu bahwa Rawa dan Raldi, suami Dita, bertukar kursi, dan akhirnya bertukar takdir.

Pada bagian lain, Rawa juga dipertemukan dengan Zahra (Adisthy Zara), anak dari pilot Jakarta Airways 79. Rawa, Dita, dan Zahra terhubung melalui sebuah petaka di udara, dan ketiganya menjalani kehidupan untuk berdamai dengan takdir yangmenimpa mereka.

BACA JUGA: Rvv Music Jogja Juara 1 Festival Ngamen Piala Panglima TNI di Jakarta

Dalam perjalanannya, Zahra jatuh pada simpati dan empati Rawa. Sementara Rawa berupaya untuk menghibur hati Dita yang kosong, sembari menemaninya dalam upayanya meminta pertanggung jawaban maskapai.

Penulis dan sutradara Mouly Surya berhasil menghadirkan sebuah ketegangan antarkarakter dalam situasi kekacauan yang terjadi pasca-tragedi. Ada melankolia, namunjuga amarah. Ada petaka, juga drama. Semuanya tampil secara sempurna, baik secara pengadeganan, sinematografi, penyuntingan, efek visual, hingga scoring musik, terjalin menjadi keutuhan yang akan membawa penonton pada perjalanan emosi ketiga karakter utama di film ini.

BACA JUGA: Seorang Nenek Meninggal Dunia Akibat Diserang Tawon Gung

Film ini didukung pemain-pemain lain yang membuat film ini penuh dinamika, rasa dan kebaruan, seperti Meriam Bellina, Marcella Zalianty, Teddy Syach, Roy Sungkono, Ariyo Wahab, Revaldo, Hannah Al Rashid, Ayez Kassar, Devi Permatasari, Tora Sudiro, Ringgo Agus Rahman, Bagus Ade Saputra, dan lain-lain.

BACA JUGA: Angkat Filosofi Tantra, Adi Candra Siap Gelar Pameran Lukis di Jogja Galery

“Ini adalah genre yang belum pernah dieksplorasi oleh sineas kita, dan akan menjadi sajian yang fresh dan baru bagi perfilman Indonesia. Film ini bukan saja berbicara tentang petaka sebuah moda transportasi aman yang menjadi salah satu favorit masyarakat saat ini, namun juga bagaimana para karakter di dalamnya berdamai dengan takdir,” ujar Chand Parwez Servia selaku produser Tukar Takdir di Kota Yogyakarta, Selasa (7/10/2025).

Produser Rama Adi menambahkan, untuk mewujudkan visi kreatif ini, tentu saja memiliki banyak tantangan. Namun, dengan riset mendalam serta eksekusi yang presisi dari berbagai lini produksi, membuat Tukar Takdir menjadi sebuah film yang akan membawa penonton ke dalam pengalaman menonton yang berbeda.

BACA JUGA: Kafilah MTQ dan Hadist Asal Bantul Bertolak ke Kendari

“Kami menampilkan visual semeyakinkan mungkin untuk membangun nuansa yang chaotic, dan membawa penonton ikut merasakan petaka di dalam pesawat bersama karakter utama Rawa dan penumpang lain. Di sisi lain, kami juga menampilkan visual yang realistis sekaligus nuansa melankolis di film ini untuk menggerakkan Rawa bisa terhubung dengan karakter-karakter lainnya, yang akan menjadi sebuah perjalanan penyembuhan luka fisik dan batin yang panjang,” sebut Rama Adi.

Penulis dan sutradara Mouly Surya mengungkapkan, sebelum menggarap Tukar Takdir dirinya memang punya minat pada karya-karya yang membahas tentang air crash investigation. Di film ini, Mouly pun menggunakan pendekatan yang memadukan investigasi penyebab petaka pesawat dengan drama emosional yang mengupas perjalanan luka para karakternya.

BACA JUGA: Hakim Tolak Praperadilan, Advokat Aprilia Supaliyanto Kecewa

“Melalui film Tukar Takdir, saya mengeksplorasi bentuk yang belum pernah saya jelajahi sebelumnya tentang bagaimana sebuah petaka pesawat ditampilkan di depan layar," jelas Mouly.

Menurutnya, Film ini membutuhkan kematangan teknis untuk memberikan hasil yang maksimal. Di luar proses investigasi dan petaka pesawatnya. "Tukar Takdir juga berbicara tentang berdamai dengan luka, duka, kehilangan, dan takdir,” ungkapnya.

Tonton film drama petaka pesawat Tukar Takdir mulai 2 Oktober 2025. Ikuti perkembangan terbaru film Tukar Takdir melalui akun Instagram @tukartakdirfilm, @starvisionplus, @cinesurya, dan Tiktok @StarvisionMovie. (*/Opo)

 

 

 


share on: