Abdul Halim Muslih: Melestarikan Air (Irigasi) Menyelamatkan Jiwa Manusia

share on:
Bupati H Abdul Halim Muslih membuka (memutar) penambak air di Bendung Mejing menendai Peringatan HUT ke-11 GIB Merti Tirta Amartani, Rabu (31/7/2024) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih menyatakan, melestarikan air sungai (irigasi) berarti mempunyai makna untuk keselamatan jiwa manusia.

“Upaya kelestarian air irigasi merupakan gerakan transformasi budaya untuk kelestaraian lingkungan dan manusia,” kata H Abdul Halim Muslih saat menghadiri Peringatan HUT ke-11 Gerakan Irigasi Bersih (GIB) Merti Tirta Amartani Tahun 2024, di Bendung Mejing Kalurahan Mulyodadi Kapanewon Bambanglipuro Kabupaten Bantul, Rabu (31/7/2024).

BACA JUGA: Bergerak ke Tujuh Titik, Tim Gabungan Segel Toko Miras Ilegal di Wilayah Sleman

Menurutnya, meng jik dijabarkan lebih lanjut, maka melestariakn air dan sungai berarti melestarikan dan menjaga tercukupinya kebutuhan akan irigasi pertanian.

Hal ini bertujan agar sektor pertanian dapat tumbuh berkembang untuk menguatkan dan mewujudkan ketersediaan serta ketahanan pangan petani maupan masyarakakat luas.

BACA JUGA: Seorang Anak Nekat Mendobrak Kost yang Ditempati Ayahnya Bersama Perempuan Lain

“Jika pertanian maju dan ketersedaan ketahanan pangan terwujud, maka kesehatan masyarakat juga terjaga. Itu menjadikan kemiskinan berkurang dan bermanfaat ujtuk menekan anggka pengannguran,” tandasnya

Menjaga kelestarian dan kebersihaan lingkungan (sungai) menjadi kewajiban semua orang. Merusak lingkungan adalah perbuatan tercela bahkan dosa. 

Sementara itu, Pakar Lingkungan Hidup UGM yang juga pencetus GIB, Prof Sigid Supatmo Ali, mengatakan latar belakang adanya peringatan GIB karena pada saat itu terjadi pengaduan dari petani tentang berkurangnya dan ketidaklancaran irigasi untuk pertanian.

BACA JUGA: Keikhlasan Bekerja Penentu Sukses TMMD

“Pengaduan dan keluhan yang dilontarkan pada forum seminar itu, kurang mendqpatkan respon. Maka saya dan sejumlah teman salah seorang diantaranya Bpak Yitno dari Dinas Pengairan Bantul prihatin dan merison keluhan itu,” kata Sigid.

Pemotongan tumpeng HUT ke-11 GIB Merti Tirta Martani || YP-Supardi

Respon diwujudkan melalui tindakan nyata membersihkan sungai irigasi pertanian di sejumlah lokasi di Bantul bersama-sama dengan Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A).

BACA JUGA: Pengadaan SPAM di Padukuhan Sembur, Warga Hanya Bayar Rp 50 Ribu

Setiap tahunnya dan termasuk ujtuk.tahun 20024 kali ini juga diadakan peringatan HUT GIB ke-11  yang dana anggaranya diperoleh secara patungan dari sejumlah pihak termasuk dari DPU PKP Bantul.

Pada kempatan sama, Ketua P3A Bambanglipimuro, Lasio, menyatakan pihaknya merasa bangga dan senang dengan diadakannya kanacara ini.

BACA JUGA: Lakalantas 'Pembunuh' Tertinggi di Bantul, 58 Nyawa Melayang Selama Januari-Juli 2024

“Diharapkan ini setidaknya dapat berdampak positif  terhadap upaya terpenuhinya kelancaran dan tercukupinuw penuhijnya dan kebuuhan irigasi pertanian. Acara ini juga untuk kampanye dan sisialisasi pentingnya melestarikan air sungai/irigasi pertaian,”  ungkap Lasio.

Dalam kesepatan kali ini acara juga diisi dengan membuka (memutar) penambak air di Bendung Mejing oleh Bupati H. Abdul Halim Muslih, Profesor Sigit bersama para tamu undangan. Selain itu juga dilakukan pemotongan tumpeng dan dipentaskan hiburan . (Spd)


share on: