Yogyapos.com (BANTUL) - Dalam upaya mendukung program prioritas nasional Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, jajaran Polres Bantul melakukan pendampingan panen raya jagung dilaksanakan di lahan pertanian Dusun Geger Kalurahan Seloharjo Pundong, Senin (16/6/2025).
Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari, menjelaskan bahwa pendampingan panen ini merupakan bentuk sinergi antara Polri dan pemerintah dalam merealisasikan program Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam hal ketahanan pangan.
BACA JUGA: Ning Rumekso Sabet Juara 1 Turnamen Billiard SIWO PWI Sleman 2025
“Lokasi panen jagung kali ini memiliki luas lahan sekitar 4 hektar dan mampu menghasilkan kurang lebih 31,2 Ton jagung,” ujar Novita.
Menurutnya, kendala yang dihadapi petani disini yakni adanya monyet ekor panjang, namun hasil panen kali ini dinilai cukup bagus.
“Dapat memanen 7,8 Ton jagung per hektar kami simpulkan berhasil,” ujarnya.
BACA JUGA: Viral Pendakian Illegal di Merapi, Balai TNGM Kantongi Pemilik Akun
Menurutnya, tujuan program ketahanan pangan yang diterapkan oleh Bapak Presiden Prabowo adalah Indonesia tidak mengimpor namun kalau bisa malah ekspor ke luar negeri.
“Di Kalimantan Barat telah berhasil mengekspor, kita juga diharapkan mampu mengekspor setelah kebutuhan lokal terpenuhi,” imbuhnya.
Untuk membantu para petani, kepolisian juga membangun gudang Bulog di SPN Selopamioro guna menampung hasil panen para petani dengan kapasitas 1.000 ton.
BACA JUGA: Bukan Relawan Kepolisian! Perampas Ponsel dan Uang di Kalitirto Diringkus
“Diharapkan dalam kurun waktu tiga bulan ke depan sudah dapat menyerap jagung dari petani,” katanya.
Selain itu, Kepolisian juga sedang mengusahakan alat pengering jagung ke pemerintah pusat.
“Alat pengering ini tergantung hasil produksi jagung petani di Bantul, kalau jumlahnya masih sedikit, maka kita akan kesulitan meminta bantuan alat pengering, karena alatnya untuk partai besar,” ungkapnya.
BACA JUGA: DPD RI Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal di Gunungkidul
Sementara itu, Kepala BPP Kapanewon Pundong, Edi Sutopo dalam paparannya berharap, hambatan monyet ekor panjang bisa dihalau dengan keberadaan beberapa anjing penjaga milik petani disini sehingga hasil panen lebih baik lagi.
“Semoga dengan semangatnya warga petani di Geger Seloharjo bisa menambah semangat petani petani di kecamatan yang lain,” katanya. (*/Spd)
