Yogyapos.com (BANTUL) - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul siap memberikan layanan kepada masyarakat disesuaikan dengan program kerja era kepimimpinan BNN RI yang baru, Marthinus Hukom.
“Dalam menyukseskan kinerja, kami akan tingkatkan kerjasama dengan seluruh eleman masyarakat termasuk media. Selain itu melakukan penegakan hukum. Pencegahan yang dilakukan sampai ke akar-akarnya. Ini meliputi soft power approach, hard power approach, smart power approach dan comparation,” kata Kepala BNNK Bantul, Arfin Munajah SE MM kepada awak media, di kantornya, Kamis (21/12/2023).
BACA JUGA: Sampai Kini, Kejari Sleman Belum Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Selama 2023, BNNK Bantul antara lain telah melakukan strategi soft power approach. Cakupannya bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi yang dampaknya dapat dirasakan masyarakat pula. Diantaranya penyuluhan P2GN sebanyak 185 kali dengan jumlah peserta 21.222 orang melalui berbagai media melalui insert konten melibatkan sekitar 5.000 orang.
Selain itu juga pembentukan taman budaya anti narkotika melalui dialog lima kali di Kalurahan Pandowoharjo dan Trirenggo dengan capaian indeks ketahanan diri remaja sebesar 54.37 (kategori sangat tinggi). Yang lainnya juga memfasilitasi ketahanan keluarga melibatkan 180 peserta.
BACA JUGA: Empat Warga Menggugat, Tolak Lokasi Penambangan Batu Andesit di Desa Wadas
Sedangkan di bidang pencegahan melakukan penyuluhan keliling sebamyak empat kali kepada masyarakat dengan sasaran sebanyak 20 peserta dari 10 keluarga (orang tua dan anak). Bidang pemberdayaan masyarakat telah melaksanakan workshop pengembangan kapasitas dan pembinaan masyarakat. Tes urine juga telah dilakukan kepada pengemudi 8 orang. Bekerja sama dengan KPP Patama Bantul 25 orang. Dengan SMAN I Jetis 70 orang. Dengan STPN 580 orang, dengan Dinas Perhubungan Bantul ujtuk pengemudi kendaraan bermotor 17 orang. Siswa SMPN 3 Kasihan 30 orang dan kampus ISI Yogyakarta 35 orang.
“Smart power approach yang telah dilaksanakan pemanfaatan teknologi informasi, seperti penggunaan administrasi penyidikan di bidang pemberantasan melalui subcriber twiter, facebook dan followers,” tambahnya.
BACA JUGA: Anies Baswedan: Dukungan Pak Jusuf Kalla Merupakan Kehormatan yang Besar
Tentang cooperation, BNNK Bantul telah menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah dan komponen masyarakat. Diantaranya menandatangani 93 dokumen kerjasama dengan sejumlah sekolah di Bantul.
“Sedangkan dalam pengembangan SDM antara lain sudah melakukan pelatihan raid planing and execution. Tujuannyqma untuk penigkatannm kualitas SDM eksternal terkait dengan pengolahan data spesial dan pelatihan penting lainnya," sambungnya.
Menjawab pertanyaan tentang kasus penemuan pabrik narkoba di Kecamatan Kasihan pada tahun 2022 dan pabrik kripik narkoba di Banguntapan, Arfin mengatakan bahwa itu merupakan cambuk dan tantangan bagi BNNK Bantul dalam meningkatkan kinerjanya di tahun mendatang.
BACA JUGA: Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar Kini Menjabat Wakapolda DIY
Antisipasinya yaitu sebagian melalui peningkatan penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkotika kepada masyarakat termasuk kepada para siswa sekolah. Selain itu kepada keluarga di masyatakat karena faktor dominan orang terjerumus ke dunia narkotika adalah akibat kondisi tidak keharmonisan pada keluarga, misalnya akibat perceraian dan yang lainnya. (Spd)
