Yogyapos.com (BANTUL) - RM Saptohoedojo adalah seniman besar yang mendedikasikan waktu, pikiran, tenaga dan kemampuannya untuk masyarakat dan kebudayaan. Pelukis yang lebih suka melepas kabangsawanannya ini menginspirasi banyak kalangan untuk bergerak memberi makna pada kehidupan.
BACA JUGA: Tersangka Korupsi Ajukan Praperadilan, Menilai Perpanjangan Penahanannya Kedaluarsa
Berkait dengan itu, Pusat Kebudayaan Saptohoedojo (PSKH) berniat menggelar Pekan Saptohoedojo yang rencananya dihelat 1-7 Februari 2026 di Galeri Saptohoedojo. Kegiatan ini menandai 101 Tahun Saptohoedojo yang lahir pada 6 Februari 1925. Seniman flamboyan ini wafat pada 3 September 2003.
BACA JUGA: Bulan K3 2026 Dimulai, Menaker Tegaskan Komitmen Turunkan Angka Kecelakaan Kerja
Rangkaian acara Pekan Saptohoedojo diawali dengan ziarah ke makam mendiang Saptohoedojo di Makam Seniman Girisapto Imogiri Bantul Yogyakarta, Rabu (14/1/2026) siang.
BACA JUGA: Korem 072/Pmk dan Basarnas DIY Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana
"Papi berjuang keras untuk bisa mewujudkan cita-cita dan impiannya, termasuk merealisasikan kompleks makam seniman ini. Bagi Papi, seniman itu pahlawan yang mengisi ruh budaya bangsa. Kami sowan ke Sinuwun IX (red: Sri Sultan Hamengku Buwono IX) dan beliau sangat mendukung. Papi kesana-kemari berjuang untuk mewujudkannya, dan dengan rendah hati menyikapi respon masyarakat,” tutur Yani Saptohoedojo.
BACA JUGA: Ketua PHRI DIY: Keberadaan Akomodasi Ilegal Harus Ditertibkan
Ditanya kenapa Makam Saptohoedojo justru berada di jajaran paling bawah, Yani menjawab, "Itulah karakter Papi. Beliau ingin tahu siapa saja yang datang, sowan ke makam para seniman. Itu, mungkin, juga ujud sikap rendah hati beliau, ya", tandasnya.
BACA JUGA: 13 Siswa SMA Muhi Yogya Bertolak ke Jepang, Ini Tujuannya
Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo, Wahjudi Djaja, yang mendampingi ziarah menjelaskan, tujuan digelarnya Pekan Saptohoedojo antara lain menghidupkan kembali jiwa perjuangan dan dedikasi beliau.
BACA JUGA: Rekonstruksi Pembunuhan Berlatar Asmara di Ambarketawang, Tersangka Peragakan 23 Adegan
"Kami bersama keluarga berharap agar Saptohoedojo tidak saja dikenal generasi penerus tetapi juga menginspirasi. Ini tugas peradaban kita. Bahwa pilihan hidup beliau sangat autentik dan berdimensi kemanusiaan,” jelasnya didampingi pengurus Ansori Mozaik, En Roel dan Rahmadi SM.
BACA JUGA: Penipuan Online 'Love Scamming' di Sleman Miliaran Rupiah Diungkap Satreskrim Yogya
Rangkaian Pekan Kebudayaan Saptohoedojo antara lain diisi Pidato Kebudayaan, Pameran Lukis "Gothak Gathuk Pethuk" karya Ansori Mozaik dan En Roel, Bazar Industri Kreatif, Sarasehan Budaya Pemikiran Saptohiedojo, Umbul Donga 101 Tahun Saptohoedojo, Pameran Keris dll. (Iud)
