Warga Klisat Desak Pemerintah Perbaiki Tanggul Sungai yang Jebol

share on:
Abrasi selalu menerjang bantaran sungai di Dusun Klisat akibat tanggul yang rusak parah || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Khawatir terdampak banjir oleh luapan air Sungai Opak dan Kali Oyo saat hujan menyusul abrasi, penduduk Dusun Klisat Kalurahan Srihardono Kapanewon Pundong Bantul mengharapkan dilakukan perbaikan tanggul oleh Pemerintah Kabupaten.

“Tanggul Sungai Opak yang berada di tempuran Sungai Opak dan Kali Oyo rusak serius. Terjadi longsor serta hampir hilang akibat diterjang banjir tahun 2017. Semakin hari kerusakannya semakin bertambah,” kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMK) Srihardono, Sutrisno BA (Mbah Trisno) didampingi Dukuh Klisat Samijan dan Ketua RT 9 Sumarlan, kepada yogyapos.com, saat meninjau lokasi, Selasa (12/10).

Dijelaskan, jika normal tanggul ketingiannya tiga hingga empat meter, lebar sekitar empat meter dan panjangnya 150 meter. Namun akibat diterjang banjir pada tahun 2017 mengalami kerusakan. 

Bahkan kondisi terkini terjadi abrasi dan pasangan betonnya ambrol sepanjang 17 meter. Lebar semula dari 4 meter menjadi sekitar 50 hingga 80 Cm. Kerurusakan itu akibat diterjang bertemuanya arus air Sungai Opak dan Kali Oyo yang relatif besar dan kuat. 

Intinya tanggul ini sudah rusak, membahayakan dan mengancam keselamatan penduduk dan wilayah Srihardono khususnya dan Pundong umumnya saat hujan dan bajnir. Klisat bisa mwnjadi Danau, maka untuk mengntisipas ancaman itu, warga mengharapkan adanya perbaikankan kembali.

“Kami sudah berulang kali melaporkan kerusakan itu ke Pemerintah Bantul, DIY dan Pemerintah Pusat. Bahkan sudah pernah ditinjau oleh Anggota DPR RI dapil DIY Bapak H Sukamto, namun tanggul itu hingga kini belum  juga diperbaiki,” sambungnya. 

Karena ini menyangkut keselamatan jiwa, harta dan linhkungan warga Srihardono, maka didesak segera tuurun tangan mengatasinya. 

Kondisi yang memprihatinkan ini juga seringkali sudah diberitahukan ke Pemerintah Kalurahan Srihardono dan Kapanewon Pundong. Namun pihak Pemerintah Kalurahan dan Kapanewon tidak mengambil tindakan, karena tidak punya wewenang untuk membangun dan hanya mengetahuinya. 

Panewu Pundong Bangun Rahino dan Lurah Srihardono Awaludin, membenarkan adanya laporan dan kondisi  kerusakan tanggul seperti itu.  (Spd)

 


share on: