Yogyapos.com (BANTUL) – Menyongsong peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul, digelar sarasehan untuk mengingat dan mengupapayakan kemajuan wilayah, di Pendapa Manggala Parasamya, Kamis (10/7/2025) malam.
Sarasehan mengusung tema Bantul Bumi Satria Sawiji Ambuka Kertening Praja kali ini menghadirkan nara sumber Pakar Sejarah Sari UGM Yogyakarta Prof Dr Sutaryo, ahli sejarah Ir.Yuwono Sri Suwito dan Bupati Bantul Abdul Abdul Halim Muslih. Pada kesempatan ini juga dilaunching maskot Hari Jadi ke-194 Kabupaten, yaitu Wangsa Kesatria.
BACA JUGA: Pemkab Bantul akan Merealisasi Pembuatan Biopori
"Saya berharap agar warga Bantul mengingat sejarah dan berbuat bersama guna memajukannya,” kata Bupati Abdul Abdul Halim Muslih, dalam sambutanya yang dilanjutkan membuka acara ini dengan ditandai melakukan pemotongan pita dan menampilkan mahkota Wangsa Kesatria.
Wagsa kesatria sebagai gambaran dan sosok pemuda Bantul yang bersemangat berjuang mewujudkan cita-cintanya dan kemajuan daerahnya.
BACA JUGA: Dr Syahganda Nainggolan: Konsekuensi Bergabung dengan BRICS Sangat Serius
Sementara itu Prof Dr Sutaryo menyatakan, Bantul tidak dapat terpisahkan dengan Kasultanan Yogyakarta.
Maskot PeringatanHari Jadi Bantul 20225 || YP-Supardi
"Hal itu dikuatkan dengan adanya beberapa peningalan sejarah diantaranya monumen bangunan Pangungharjo yang memang erat kaitanya dengan Kraton Kasultanan Yogyakarta,” katanya.
BACA JUGA: Festival Karawitan Kecamatan di Bantul Berakhir, Ini Hasilnya
Selain itu, Bantul mempunyai tanah yang khas yaitu Pasir Bharcan yang ada di Parangtritis yang hanya ada dua di dunia. “Sayangnya itu kurang terjaga kelestarianya,” tukasnya.
"Dulu berkat ide dan jasa Sri Sultan Hamengku Buwono IX Bantul sebagai penghasil dan pengekspor gula pasir dengan terdapatnya banyak pabrik gula pasir,” paparnya. Kejayaan itu perlu diupayakan untuk diraih kembali sebagai prestasi perekonomian.
BACA JUGA:Seorang Pekerja Ekspedisi Terserempet Kereta Api di Stasiun Lempuyangan
Sarasehan diikuti seluruh kepala opd, lurah dan ASN dan perwakilan ormas yang jumlahnya sekitar 500 orang. Pada kesempatsman ini juga ditampilkan tarian wangsa kesatria. (Spd)
