Pemkab Bantul akan Merealisasi Pembuatan Biopori

share on:
Peresmian proyek pembangunan padat karya talud dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul, di Dusun Karet Kapanewon Pleret, Kamis (10/7/2025)

Yogyapos.com (BANTUL) - Pemkab Bantul akan mengimbau dan merealisasi para Aparatur Sipil Negaran (ASN) dan warganya untuk membuat biopori dan "jugangan" (lubangan di tanah) untuk mengurai sampah organik di pekarangan atau pelataran rumah masing-masing.

"Agar rencana ini dapat terwujud dan membuahkan hasil yang efektif, maka segera akan kami lakukan kajian dan koordinasi hingga ke padukuhan,” ungkap Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, saat peresmian proyek pembangunan talud proyek padat karya dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul, di Dusun Karet Kapanewon Pleret, Kamis (10/7/2025).

BACA JUGA: Dr Syahganda Nainggolan: Konsekuensi Bergabung dengan BRICS Sangat Serius

Melalui metode sederhana ini diharapkan pengolahan sampah para ASN yang kini jumlahnya sekitar 8.000 dan puluhan ribu kepala keluarga non ASN ini akan efektif dan mampu membantu mengatasi masalah sampah yang ada di tingkat rumah tangga.

"Mengatasi sampah harus dilakukan mulai dari di tingkat yang kecil (rumah tangga) sehingga sampah tidak harus dibawa ke tempat pengolahan di Bawuran atau lainya. Namun demikisn pengolahan melalui instalasi juga tetap berjalan,” sambunnya.

BACA JUGA: Biosaka Efektif dan Ramah Lingkungan, Mampu Tingkatkan Hasil Pertanian

Dibagian lain Halim menyatakan tentang peresmian proyek padat karya di Karet Pleret berupa talud jalan kampung sepanjang 600 meter. Sedangkan jumlah seluruh padat karya di Bantul tahun 2025 sebanyak 275 titik dengan nilai anggaran seluruhnya sekitar Rp 24 Miliar.

Pemotongan rangkaian pita oleh Bupati Abdul Halim Muslih || YP-Supardi

Untuk mewijudkan pembagunan di tahun 2025 Pemkab Bantul juga menyalurkan dana P2MK untuk pembangunan ke padukuhan dan kalurahan sekitar Rp 141 Miliar.

"Tujuan proyek padat karya ini agar memperlancar akses jalan sehingga meningkatkan perekonomian dan mengurangi pengangguran serta kemisknan,” ungkapnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-buron-10-bulan-maling-spesialis-rambu-dan-kerangka-baliho-diringkus-17525

Dalam peresmian proyek di Karet ditandai dengan pemotongsn pita oleh Bupati Abdul Halim dan pelepasan balon oleh Wabub Aris Suharyanta didampingi Sekda Agus Budhiraharjo dan sejumlah Kepala OPD.

Sedangkan peletekan batu pertama dilakukan pada pembagunan Jembatan di Wonolelo Pleret dan tempat pemgolahan sampah di Potorono Banguntapan. (Spd)


share on: