Visitasi Kurikulum SMPN 1 Mlati : Perkuat Karakter Siswa

share on:
Kepala SMPN 1 Mlati Sleman Rr Suratiningsih SPd || YP/Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Upaya untuk menciptakan generasi penerus yang berintegritas, berkarakter dan berwawasan harus menjadi perhatian dan kepedulian guru, orang tua, lingkungan dan stakeholder. Selain harus memiliki kesamaan visi, juga harus diikuti dengan komitmen yang kuat dan kerjasama yang kukuh.

Demikian benang merah dan simpulan dari kegiatan visitasi Workshop Pengembangan Kurikulum 2013 yang dilakukan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Sleman, di SMPN 1 Mlati Sleman, Senin(15/7/2019). Visitasi diikuti oleh dinas, para guru, perwakilan siswa, komite sekolah, dan orang tua di aula setempat.

Dalam laporannya, Kepala SMPN 1 Mlati, RR.Suratiningsih SPd, menyebutkan Kurikulum 2013 sudah diterapkan sejak tahun 2018. "Kurikulum fungsinya sebagai motor penggerak dan pedoman pembelajaran. Oleh karena itu, tim pengembang kurikulum dengan didampingi dinas, bekerja secara maksimal untuk mendesain kurikulum yang berkarakter dan kontekstual", jelasnya. Masukan dari beberapa pihak, sambungnya, bisa menjadikan SMPN I Mlati lebih maju, lulusannya terampil, cerdas dan berkarakter.

Dalam pengarahan dan masukannya, Sudarwanto MPd dari Dinas Pendidikan Kab Sleman mengapresiasi kinerja para guru dalam menyusun kurikulum. "Kurikulum disusun sebagai jembatan yang bisa menghubungkan aktifitas di sekolah dengan lingkungannya. Kurikulum harus dijadikan rujukan dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual. Oleh karena itu, kedatangan kami kesini untuk mengkonfirmasi bagaimana kondisi nyata dengan kondisi ideal yang ditulis dalam kurikulum" tandasnya. 

Terkait dengan pendidikan karakter, pihaknya menjelaskan, ada lima butir karakter yang jika diurai akan ditemukan beragam nilai keutamaan. Kelimanya disingkat menjadi akronim "NKRI GO". "Pendidikan dan pembelajaran yang dikembangkan SMPN 1 Mlati harus memasukkan unsur Nasionalis, Kemandirian, Religius, Integritas, dan GOtong royong", urainya. Dengan begitu, lanjut Sudarwanto, siswa atau peserta didik dibekali dengan jatidiri dan kepribadian yang unggul.

Terkait dengan pendidikan karakter berbasis kontekstual di luar kelas, SMPN 1 Mlati bekerjasama dengan Desa Wisata Budaya Rajek Wetan (Dewi Rawe) Tirtoadi Mlati Sleman. Saat ditemui yogyapos.com, RR Suratiningsih menjelaskan pihaknya bersyukur di lingkungan sekolah tersedia sumber belajar yang amat bermakna.

"Para siswa dikenalkan dengan kearifan lokal dan sejarah serta diperkaya dengan beragam keterampilan. Kami mengirimkan 126 siswa kelas 8 (Selasa 16/7/2019) dan 128 siswa kelas 9 (Rabu 17/7/2019) untuk berkunjung ke Dewi Rawe. Selain dikenalkan dengan Museum Budaya Jawa Sastro Sudarmo juga diajarkan pengolahan sampah menjadi beragam jenis karya seni", jelasnya. Materi disampaikan oleh Sardiman (peraih hadiah Kalpataru DIY) dan Wahjudi Djaja SS MPd (Dosen Stiepar API Yogyakarta).

Sementara itu, pendamping tim pengembang kurikulum dari dinas, Thomas Santoso, M.Pd, menambahkan, program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang merupakan masa orientasi siswa baru harus ditangani sendiri oleh guru dan siswa untuk menghindari perpeloncoan. (Iud)


share on: