UKDW Jalin Kerjasama dengan UNIERA Tingkatkan Kualitas Pendidikan

share on:
Foto bersama usai penandatangan kerjasama antara UKDW dan UNIERA|| YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dan Universitas Halmahera (UNIERA) Tobelo menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk kegiatan Tri Dharma perguruan Tinggi, di Ruang Seminar Pdt Dr Harun Hadiwijono, Senin (5/5/2021).

PKS yang ditandatangani oleh Rektor UKDW Ir Henry Feriadi MSc PhD dengan Rektor UNIERA Herson Keradjaan SIP MSi ini merupakan tindak lanjut dari komitmen UKDW untuk mendampingi perguruan tinggi di Indonesia Timur sebagai upaya mengembangkan ilmu dan kualitas pendidikan di Indonesia.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi UKDW Dr Charis Amarantini MSi, WR III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Informasi UKDW Joko Purwadi SKom MKom, WR IV Bidang Pengembangan Kapasitas SDM dan Jejaring UKDW Pdt Handi Hadiwitanto PhD, Kepala Biro Kerjasama dan Relasi Publik UKDW Dr Phil Lucia Dwi Krisnawati SS MA, Kepala Unit Pusat Pelayanan Informasi dan Intranet Kampus (PUSPINdIKA) UKDW Aloysius Airlangga Bajuadji SKom MEng, dan WR I UNIERA Pdt Sirayandris Jitro Botara STh MSi.

Sebagai implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), bentuk kerja sama yang disepakati oleh kedua pihak diantaranya penelitian bersama,pertukaran mahasiswa, penerbitan berkala ilmiah, pertukaran dosen, pengembangan kurikulum/program bersama, penyelenggaraan seminar atau konferensi ilmiah, dan pengabdian masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Charis Amarantini MSi menyampaikan bahwa UKDW telah merintis kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung terlaksananya program MBKM yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud RI). Dalam program tersebut ada delapan contoh kegiatan mahasiswa yang dapat dilakukan di luar kampus asal seperti magang atau praktik kerja, proyek di desa atau KKN, mengajar di sekolah, pertukaran pelajar, penelitian atau riset, kegiatan wirausaha, proyek independen, dan proyek kemanusiaan.

“Mahasiswa harus mengambil minimal 20 SKS di luar prodi, maksimum 40 SKS. Lewat hibah-hibah yang didapatkan, UKDW terus belajar bagaimana mengemas kegiatan-kegiatan itu agar bisa dikonversi ke mata kuliah sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Konsekuensi dari MBKM ini adalah kita harus mengadakan perkuliahan secara blended learning atau hybrid learning,” terangnya.

Charis Amarantini menyebutkan, sebagai contoh Fakultas Bioteknologi UKDW telah bekerjasama dengan Bildung und Gesundheit für Indonesien e.V. (BUGI) salah satu NGO dari Jerman, institusi pendidikan, dan pemerintah daerah di Tolitoli Sulawesi Tengah sebagai bentuk respons terhadap program MBKM. Selain itu, Program Studi Desain Produk UKDW juga telah bermitra dengan dunia usaha dunia industri (DUDI) dan UMKM dalam upaya penerapan MBKM.

Joko Purwadi SKom MKom menambahkan, terkait implementasi program MBKM, Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi UKDW dengan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Informasi UKDW menyusun panduan supaya ada sinkronisasi terhadap program-program MBKM yang dilaksanakan. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai pengembangan sistem informasi akademik UNIERA yang dibantu oleh tim IT dari Unit PUSPINdIKA UKDW. (*)

 

 


share on: