UKDW Ambil Bagian dalam InnoX Jogja 2020

share on:
Peserta daring InnoX Jogja 2020 || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Block 71 Yogyakarta bekerja sama dengan Centrino UKDW, Amikom Business Park, Akademi Inovatif UGM, HUB Kreatif UGM, Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama UII, serta Jogja Digital Valley menyelenggarakan InnoX Jogja 2020 pada tanggal 17-20 November 2020. InnoX Jogja 2020 merupakan festival dan showcase inovasi dan teknologi virtual berskala terbesar pertama di Yogyakarta. Acara ini didukung oleh NUS Enterprise, Innovation Factory, sertaDinasKomunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Mengangkat tema ‘Bridging Indonesia's Tech Community to Asia’, acara ini digelar secara daring yang terdiri dari beragam sesi seperti diskusi panel, bincang santai, dan eksibisi. Event ini juga menyediakan fasilitas start-up pitching competition, business matching and networking, serta investor speed dating. Sebanyak 2000 peserta yang berasal dari sektor pemerintahan, investor, institusi pendidikan, dan perusahaan turut berpartisipasi. Selain itu, terdapat 30 pembicara yang dihadirkan pada acara ini.

Manager Block 71 Yogyakarta, Reni Wahyuni Ika Lestari mengatakan pembicara internasional turut hadir untuk mengisi acara ini. Pihaknya berharap setelah ini akan lebih banyak lagi penggiat teknologi dan inovasi di Yogyakarta yang bisa terfasilitasi.

“Tidak hanya teknologinya, tapi juga kesempatan untuk bertemu dengan investor atau perusahaan yang mampu mengembangkan teknologi mereka lebih jauh lagi,” paparnya.

Reni mengakui cukup banyak start-up asal Yogyakarta yang memilih pindah ke kota lain. Kebanyakan karena alasan tidak adanya dukungan modal, sehingga membuat mereka mencari investor di kota lain. “Karena itu, InnoXJogja ini juga sebagai ajang upaya kami menghadirkan para investor ke Yogyakarta, jadi bukan start-up yang keluar dari Yogyakarta,” imbuhnya.

InnoX Jogja 2020 dibuka oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang dalam sambutannya mengatakan terselenggaranya InnoXJogja ini merupakan titik awal kemajuan inovasi dan teknologi dalam berbagai bidang, antara lain bidang pertanian, kesehatan, sosial, dan kebudayaan. Kemajuan teknologi dan inovasi merupakan tantangan masa depan yang perlu diberikan ruang dan iklim yang kondusif bagi pengembangannya. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berkeinginan agar start-up asli Yogyakarta bisa berkembang di Yogyakarta.

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi Festival Inovasi dan Teknologi ini. Dengan harapan, dapat menjadi ajang munculnya ide-ide segar yang built-in dalam teknologi dan inovasi guna mendorong lahirnya start-up business.Kemajuan teknologi yang ada harus paralel dan punya kapasitas menindaklanjuti inovasi, untuk kemudian tercipta teknologi baru yang berkelanjutan serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tambah Ngarsa Dalem.

Sementara itu Kepala Centre of Entrepreneurship and Innovation (Centrino) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Winta T. Satwikasanti S SDs MSc mengatakan, dalam InnoX Jogja 2020 ini UKDW berpartisipasi sebagai salah satu inkubator yang terlibat dalam virtual booth, innovation showcase, dan innovation stage. Dosen-dosen dan alumni UKDW turutmenjadi narasumber dalam innovation stage dan innovation showcase pada tanggal 19 November 2020.

Dr phil Lucia Dwi Krisnawati, Dosen Informatika UKDW sebagai salah satu developer Trawaca bercerita tentang perjalanan proyek Artificial Intelligence (AI) untuk hibah Wikipedia dalam digitalisasi naskah kuna manuskrip beraksara Jawa lewat pengenalan karakter optic (optical character recognition) dan program aplikasi belajar aksara Jawa. Proyek ini menjadi sarana belajar yang inovatif untuk siswa dan guru.

Sedangkan Budi Susanto SKom MT berbicara tentang Alun-alun Project, membangun model representasi pengetahuan untuk objek budaya Indonesia dengan kerangka semantic web. Kemudian Gabriela Nadya Anggia, alumnus Desain Produk UKDW membagikan mengenai pendekatan kontemporer dalam mengeksplorasi materi baru dan cara mengubah limbah menjadi produk yang mempunyai nilai jual,” tuturnya.

Winta T. Satwikasanti mengungkapkan melalui even ini UKDW mendapatkan peluang yang bagus seperti jejaring dan mitra-mitra baru, sehingga mendorong Centrino UKDW untuk terus mengembangkan semangat kewirausahaan dalam diri mahasiswa.

“Kami terus berupaya memunculkan profil-profil mahasiswa yang tertarik dengan kewirausahaan dan inovasi. Harapannya, kami bisa menciptakan support system bagi mahasiswa untuk mengembangkan minatnya. Hingga akhirnya kami bisapunya start-up untuk menghilirisasi hasil inovasi baik dari dosen maupun mahasiswa,” pungkasnya. (*)

 

 


share on: