Yogyapos.com (SLEMAN) -Guna meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi ancaman bencana, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, mengukuhkan Tim KSB ‘Kumbo Karno’ Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan yang digagas oleh Dinas Sosial DIY, di Lapangan Kantor Kalurahan Glagaharjo, Sabtu (2/12/2023).
Kegiatan ini diawali dengan simulasi penanggulangan bencana erupsi gunung Merapi yang diperagakan oleh masyarakat Kalurahan Glagaharjo. Kemudian dilanjutkan pengukuhan tim KSB ‘Kumbo Karno’ Kalurahan Glagaharjo oleh Bupati Sleman.
BACA JUGA: Main Bacok, Remaja 16 Tahun dan Barang Bukti Celurit Jumbo Diamankan Polisi
Kustini juga sempat meninjau kesiapan serta keterampilan tim KSB dalam upaya penanggulangan bencana, seperti dapur umum, posko kesehatan, dan posko pengungsian. Ia mengapresiasi serta mendukung kegiatan simulasi dan pengukuhan KSB ini. Kegiatan ini merupakan wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan keterampilan terkait mitigasi bencana di wilayah Kalurahan Glagaharjo.
“Seperti yang kita ketahui bahwa Glagaharjo ini termasuk kawasan rawan bencana. Kalau kita mereview tahun 2010 lalu, dampak erupsi Merapi luar biasa di Glagaharjo ini. Maka masyarakat perlu mempunyai kesiapsiagaan untuk meminimalisir dari dampak bencana tersebut,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kenneth Trevi Anak Twice Exceptional Rilis 'Rapuh Jadi Utuh' Karya Rulli Aryanto
Sementara Sigit Alifianto dari Dinas Sosial DIY menjelaskan bahwa kegiatan ini didasari oleh perubahan paradigma penanggulangan bencana dari responsif ke preventif. Upaya preventif menurutnya perlu dilakukan demi meminimalisir jatuhnya korban akibat bencana.
“Maka tugas pemerintah adalah mendorong masyarakat untuk memiliki sikap kesiapsiagaan serta mampu mendeteksi dini gejala-gejala yang muncul dari bencana tersebut,” kata Sigit.
BACA JUGA: Polisi Belum Perlu Menahan Firli Bahuri
Disebutkan pengukuhan tim KSB ini diikuti oleh 60 personil dari berbagai unsur masyarakat di Kalurahan Glagaharjo. Kegiatan pembentukan tim KSB ini dimulai dari tanggal 30 November 2023 dan berakhir pada 2 Desember 2023. Adapun lumbung sosial yang diserahkan kepada Kalurahan Glagaharjo adalah senilai 182 juta rupiah yang terdiri dari bahan makanan, pakaian, peralatan mitigasi bencana serta dapur umum.
“Pembentukan KSB Kalurahan Glagaharjo ini merupakan yang ke-66 di DIY sejak 2010, dan ke-24 di Kabupaten Sleman,” jelasnya. (Agn)
