Yogyapos.com (SLEMAN) – Menjamurnya organisasi advokat (OA) dalam beberapa tahun terakhir ini, menimbulkan keprihatinan. Di satu sisi positif dalam konteks demokratisasi yang menghargai keberagaman, namun di sisi lain sangat patut dikhawatirkan telah dan akan menurunkan kredibilitas moral maupun integritas. Sebab tidak ada kesatuan paham anutan tunggal Dewan Kehormatan dan Kode Etik Profesi.
Itulah benang merah pertemuan dua OA Perhimpunan Advokat Indonesia Rumah Bersama Advokat (Peradi RBA) dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) DIY, yang dikemas dalam acara Syawalan, di The Rich Hotel Jalan Magelang, Sinduadi, Sleman, Senin (23/5/2022) malam.
Acara dihadiri beberapa Advokat Senior Kamal Firdaus SH, Triyandi Mulkan SH MH, Asman Samendawai SH, Fahrur Rozi SH, Agus Slamet Hidayat SH, Tri Sasono Widagdo SH, Layung Purnomo SH, tokoh masyarakat Kraton Yogyakarta GBPH Yudhaningrat, unsur Forkompimda DIY dan skitar 150 anggota kedua OA.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-pengurus-peradi-pergerakan-dilantik-ktpa-disertai-asuransi-2991
Advokat yang juga Direktur Lembaga Pembela Hukum (LPH) Yogyakarta, Triyandi Mulkan yang ‘didapuk’ sebagai pembicara menegaskan perlunya para pimpinan OA duduk jejer dan bicara bersama untuk memeroleh kesamaan pendapat. Sehingga keberadaan OA benar-benar bermanfaat bagi terutama para anggotanya dan masyarakat.
“Pada 1981-an ketika awal-awal saya menekuni advokat belum ada UU Advokat, serta tak ada keributan seperti sekarang. Pasca terbitnya UU Nomor 18 Tahun 2003 hingga sekarang justeru terjadi keributan,” ujarnya.
Triyandi apresiatif dengan acara malam itu yang diinisiasi Ryan Harto Nugroho SH selaku Ketua KAI DIY dan Fajar Mulia SH selaku Ketua Peradi RBA Bantul. Sebab mereka punya greget memulai dari Yogyakarta untuk nusantara demi menemukan solusi ‘Satu Kode Etik Profesi dan Satu Dewan Kehormatan’ dalam keberagaman OA.
“Saya mau hadir karena respek dengan tujuan Syawalan malam ini. Jangan hiraukan pusat (Jakarta), tapi mari kita mulai untuk bersama melahirkan solusi demi masa depan advokat yang lebih baik,” tukasnya.
Kika: R Anwar Ari SH, Fajar Mulia SH dan R Sudjadi Wisnumurti SH MH CIL || YP-Ismet NM Haris
Dengan adanya solusi kesatuan Dewan Kehormatan, maka ini sekaligus menghindari kemerosotan moral dan integritas advokat. Bukan seperti sekarang ketika seorang advokat dari satu OA tertentu melakukan pelanggaran etik, maka dengan gampangnya pindah ke OA lain untuk menyelamatkan sanksi organisasi dan status keadvokatannya. Kondisi ‘gampang loncat’ seperti itu sangat mengancam kredibilitas moral dan integritas advokat.
Diungkapkan Triyandi, mobilitas advokat itu tinggi. Boleh dibilang 24 jam waktunya untuk urusan profesi. Dalam kondisi demikian rentan terhadap berbagai hal yang menggodanya. Sebab itu juga membutuhkan manajemen profesi, manajemen marketing, manajemen hukum, manajemen keluarga, bahkan manajemen kematian.
Sejumlah pengurus DPD KAI DIY || YP-Ismet NM Haris
“Intinya, kombinasi penegakan hukum dan marketing harus seimbang. Saya mendukung keberagaman dalam kesatuan yang tidak membingungkan,” tegasnya. Pimpinan OA, tandas dia, harus lebih memerhatikan anggota, bukan memikirkan kepentingan pribadi dengan menyertakan anggota ke dalam pusaran konflik. Yogyakarta harus kondusif, harus berani memulai dan mengarah ke pencapaian kualitas profesional, menjunjung tinggi moral maupun integritas profesi.
Saling bersalaman, maaf memaafkan || YP-Ismet NM Haris
Pompaan semangat Triyandi Mulkan ditanggapi positif oleh Ryan Nugroho maupun Fajar Mulia dengan memertimbangkan Multibar Association sebagai suatu keniscayaan, namun juga dibutuhkan kesatuan paham yang mengikat keseluruhan yakni ‘Satu Kode Etik dan Satu Dewan Kehormatan Profesi’ yang akan terus disuarakan.
Guyub dalam keberagaman Organisasi Advokat || Ismet NM Haris
Sementara itu meski acara sudah ditutup pukul 22.00 WIB setelah prosesi salam-salaman, namun para senior advokat dan separuh dari hadirin anggota kedua OA tersebut masih lanjut diskusi informasi membincangkan hal yang sama hingga mengerucut kemungkinan akan menyelenggarakan acara serupa dengan mengundang semua pimpinan OA di DIY. (Met)
