Yogyapos.com (SLEMAN) - Fokus kajian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pariwisata API Yogyakarta tiga tahun belakangan adalah pengembangan desa wisata, baik yang masih rintisan, berkembang maupun maju. Menjadi tantangan tersendiri ketika harus berkiprah dalam pendampingan desa wisata. Banyak unsur yang terlibat mulai dari partisipasi masyarakat, peningkatan taraf hidup, kesehatan masyarakat, mempopulerkan budaya lokal, mengangkat potensi desa serta serta memperbaiki lingkungan desa secara berkesinambungan.
Demikian disampaikan Ketua STIE Pariwisata API Yogyakarta, Susilo Budi Winarno SH MH saat mewisuda sarjana di Hotel Crystal Lotus, Sabtu (11/12/2021). Wisuda diikuti oleh 42 mahasiswa Program Studi Manajemen Angkatan Ke-12 Tahun Akademik 2021/2022. Tercatat ada empat mahasiswa yang berhasil cumlaude, yakni Kantun Muwuri (IP 3,80), Chichik Sulistyowati (IP 3,75), Ronadika Apriliyani (3,70) dan Aisyah Shalawati (3, 63).
Lebih jauh disampaikan, dunia digital telah merasuk dalam sendi-sendi kehidupan kita, cara berpikir dan bertindak pun berbeda dengan sebelumnya.
“Istilah desruptif yang dicetuskan oleh Clayton M Christten menjadi populer, yakni suatu kehadiran teknologi yang memberikan peluang inovasi yang memudahkan segala aspek kehidupan dengan keunggulan waktu, efisiensi, kualitas dan kemudahan,” tandasnya.
Dengan adanya teknologi informasi di dunia pendidikan, meruntuhkan jarak antara tenaga pengajar dengan pelajar. Teknologi informasi menawarkan cyber teaching atau pengajaran maya dimana proses pengajaran dilalukan melalui internet dalam beragam website. “Dengan teknologi ini tak ada lagi alasan untuk tidak belajar. Jangan pernah berhenti untuk belajar karena pengetahuan selalu beriringan dengan arus perubahan", pesannya.
Wisuda Angkatan ke-12 dihadiri Ketua Yayasan Dharmapala, segenap orang tua wali wisudawan, senat, dosen dan tenaga kependidikan. Prosesi wisuda dimeriahkan oleh tarian klasik dan paduan suara mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta dengan protokol kesehatan. (Iud)
