Sri Lestari Beralih ke 'Tongkol Ambyar' Sejak Pandemi

share on:
Sri Lestari menunjukan kemasan abon 'Tongkol Ambyar' produksinya || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pandemi Covid-19 memang menimbulkan berbagai ekses bagi kalangan usahawan atau pebisnis. Dari pebisnis kelas atas maupun, menengah ke bawah, bahkan yang kecil-kecilan. Tak sedikit pebisnis yang menutup usahanya, banyak pula yang segera memutar otak mengalihkannya ke jenis usaha lain.

Sri Lestari adalah salah satunya yang segera banting stir, dari semula menjual mie ayam kemudian beralih ke usaha home industri Abon Ikan Tongkol Suwir. Ini dilakukannya agar lebih praktis, karena lumayan tahan lama dan dibutuhkan oleh banyak orang. Selain itu juga menjalankan sistem penjualan online.

“Kalau saya bertahan di mie ayam sepertinya akan merugi atau pas-pasan balik modal saja. Tapi dengan beralih ke Abon Ikan Tongkol ini lumayan peminatnya,” ujar perempuan warga Kopen RT 02/RW 19, Lumbungrejo, Tempel, Sleman, Minggu (26/7/2020).

Sejak pandemi, ujar Sri Lestari, banyak warga masyarakat yang memilih lebih sering di dalam ketimbang keluar rumah. Kondisi seperti ini tentu membutuhkan ketercukupan kebutuhan pokok lauk-pauk yang relatif bisa bertahan lama.

Terbukti, awal memulai mendapat respon yang lumayan. Dari tetangga teparo maupun teman dekat. Respon ini dilanjutkan dengan memasarkan melalui medsos. “Ini ide dari Mas Dibyo yang lebih dulu jualan arem-arem. Lalu saya menjajalnya, dan alhamdulillah sambutan masyarakat lumayan bagus,” tutur ibu dari 4 anak dan 1 cucu.

Mas Dibyo yang dia maksud tak lain adalah suaminya. Selain berjualan arem-arem juga menjual box makanan. Sehingga dengan adanya usaha baru abon Ikan Tongkol dari dirinya, penghasilan mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari di masa pandemi.

Diakui, sehari bisa memroduksi 2-5 kg abon yang dikemas dengan label ‘Tongkol Ambyar’, harganya Rp 20.000 – Rp 22.000/kemasan. Dijamin lezat, lumayan awet meski tanpa bahan pengawet. (Agung DP)

 


share on: