Yogyapos.com (YOGYA) - Memperingatan Hari Ulang Tahun ke-79, Pemerintah Kota Yogya kali ini agak berbeda, Walikota Hasto Wardoyo memilih mengisi perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Yogya dengan program yang langsung bermanfaat bagi warga. Bukan dengan pesta atau hiburan.
BACA JUGA: Menyelami Laut Kerinduan dalam 'Gelombang Laut Ibu' Karya Ulfatin Ch
Salah satu program utama yakni bedah rumah tidak layak huni (RTLH). Program ini menyasar 22 rumah selama satu bulan. Anggarannya pun bukan dari APBD. Melainkan dari dana Corporate Social Responsibility atau CSR berbagai BUMN dan dukungan perguruan tinggi, diantaranya Universitas Gajah Mada (UGM).
BACA JUGA: Gubernur DIY: Keberhasilan Pemerintah Daerah Tercermin dari Menurunnya Kemiskinan
Hasto menegaskan, daripada habis untuk acara ‘hura-hura’ yang selesai tanpa hasil nyata maka lebih baik dialihkan untuk membantu warga yang membutuhkan.

Peluncuran perdana program ini dilakukan pada Minggu 7 Juni 2026, di Kawasan Ngampilan Kota Yogya. Rumah yang dibedah pertama kali adalah milik salah seorang warga disana yang kondisinya sudah tidak layak huni. Rumah tersebut dibangun ulang menjadi rumah yang sehat dan aman.
BACA JUGA: Memahami Praktik Kehumasan Profesional, HM HUMAS UPN Veteran Kunjungi Gembira Loka Zoo
Dengan program ini, pihaknya berharap peringatan HUT ke-79 Kota Yogya dapat memberikan dampak langsung dan menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. “Bedah 22 rumah di 14 Kemantren ditargetkan selesai pada sebulan kedepan,” katanya.
Pemkot juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra BUMN dan UGM yang sudah berkolaborasi menyukseskan program ini. “Ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, swasta dan kampus, mampu menghasilkan kerja nyata,” tandasnya. (Anu)
