SPN Selopamioro Buka Pendidikan Bintara Polri bagi 194 Peserta Didik

share on:

Yogyapos.com (BANTUL) - Wakapolda DIY Brigjen Pol R Slamet Santoso SH SIK membuka secara langsung pendidikan pembentukan (Diktuk) Bintara Polri TA. 2021 di SPN Selopamiora Polda DIY, Senin (26/7/2021).Wakapolda DIY Saat membacakan amanat Kalemdiklat Polri Komjen Prof Dr H Rycko Amelza Dahniel MSi menyampaikan, para peserta didik ini sebelumnya sudah mengikuti seleksi yang panjang, ketat dan sangat kompetitif untuk menggapai cita-cita menjadi polisi.

“Ini baru permulaan, baru awal dari perjuangan panjang yang akan saudara jalani untuk mencapai cita-cita menjadi seorang polisi yang sejati. Belajar, belajar, dan terus belajar. Karena sesungguhnya kehidupan itu adalah pembelajaran yang panjang (life long learning) dan tidak akan pernah berakhir untuk belajar (never ending  process of learning). Belajar dan berlatihlah dengan penuh semangat dan tekun siapkan diri saudara untuk menjadi alat dan kekuatan utama polri yang unggul, kreatif dan inovatif,” katanya.

Pendidikan pembentukan bintara polri pada tahun ini memiliki beberapa kekhususan dalam penyelenggaraannya, sehingga memerlukan antisipasi dan kesiapan secara khusus pula dalam persiapan dan pelaksanaannya. Mengingat pendidikan dilaksanakan dalam situasi pandemik covid-19.

 

Pimpinan Polri telah memutuskan 

Diktukba Polri TA. 2021 dilaksanakan secara tatap muka atau on campus. Agar dapat meminimalisir penularan dan penyebaran covid-19 selama pendidikan berlangsung harus terus gelorakan disiplin protokol kesehatan, jangan lengah, jangan kendor, dan tuntaskan vaksinasi baik untuk serdik maupun para gadik, pengasuh, pelayan dan keluarga besar kampus. Jangan sampai terjadi kampus-kampus Polri justru menjadi episentrum penyebaran dan klaster Covid-19.

Diktukba tahun ini secara khusus untuk pertamakalinya akan diterapkan penguatan kurikulum baru yang diberi nama kurikulum presisi. Penguatan kurikulum ini disusun sebagai penjabaran program transformasi polri yang presisi guna menjawab tantangan polri kekinian yang berkaitan dengan pembangunan Karakter kebangsaan, pemahaman sejarah perjuangan dan pembentukan negara indonesia.

Hakekat fungsi polisi, kebhinekaan, termasuk menjawab tantangan perubahan sosial lanskap kehidupan masyarakat dunia dalam revolusi industri 4.0 menuju masyarakat 5.0, demokratisasi dan globalisasi. “Melalui penguatan kompetensi literasi kemanusiaan, literasi data dan literasi Teknologi, diharapkan dapat memberikan nilai tambah kemampuan sumberdaya manusia polri yang lebih unggul, kreatif dan inovatif,” pungkasnya. (*/Eko Purwono)

 


share on: