SMA Muhi Yogyakarta Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2023

share on:
Penyerahan penghargaan Adiwiyata kepada SMA Muhi Yogyakarta, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (17/10/2023).

Yogyapos.com (JAKARTA) - SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta meraih predikat bergengsi sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2023, diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (17/10/2023).

BACA JUGA: Terdakwa Asusila terhadap 17 Anak Bawah Umur Resmi Ajukan Banding, Ini Alasannya

Penghargaan ini mengukuhkan komitmen mereka untuk melestarikan lingkungan dan mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam proses belajar mengajar. Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Drs H Herynugroho MPd hadir menerima langsung sertifikat Adiwiyata Nasional 2023.

BACA JUGA: Ari Kusmiatun Jadi Narasumber Pelatihan BIPA di Amerika Serikat

Sekolah Adiwiyata adalah program yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa.

BACA JUGA: Kasus Bayi 'Hugel' Dibuang ke Sungai, Sang Ibu Ikut Jadi Tersangka dan Ditahan

“Ini merupakan kebanggaan bagi dunia pendidikan Muhamamdiyah DIY. Terdapat empat aspek yang dinilai pada penghargaan Sekolah Adiwiyata ini. Keempat aspek itu adalah Aspek kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan hidup; aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan hidup; aspek kegiatan lingkungan di sekolah berbasis partisipatif; aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan,” papar Herynugroho.

BACA JUGA: Penyidik Kejati DIY Periksa 6 Notaris Terkait Kasus TKD Caturtunggal, Ini Inisialnya

Herynugroho berharap penghargaan ini akan membawa nilai positif dan semakin menggugah akan kesadaran serta memberikan motivasi semua pihak terutama generasi muda akan pentingnya menjaga lingkungan hidup serta kelestarian alam bumi.

BACA JUGA: 117 Ormas Bantul Dukung Kelancaran Pemilu 2024 'di Puncak Rindu'

Dia mengingatkan semua pihak harus berperan aktif dalam rangka mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan memiliki fungsi yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. “Dari kebiasaan yang tertanam di diri anak-anak akan memberi dampak positif yang lebih luas, yaitu meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.

BACA JUGA: Rumah Limasan Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Puluhan Juta Rupiah

Program sekolah Adiwiyata sebagai gerakan dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan hidup di lingkungan sekolah. Tentu ditunjukkan agar seluruh anggota sekolah mampu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Khusus kepada anak-anak didik, diharapkan tumbuh menjadi pemimpin yang bijak dan menjadi lokomotif penggerak pelestarian alam dan lingkungan.

BACA JUGA: Putusan MK Berubah, Gus Hilmy: Benar Tapi tidak Pas

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK Sinta Saptarina mengatakan Penghargaan Adiwiyata 2023 ini berjumlah 99 orang dan datang dari beragam latar belakang, mulai dari lintas kementerian, akademisi, maupun lembaga swadaya masyarakat. “Penerima Penghargaan Adiwiyata Nasional tahun ini mencapai 417 sekolah atau bertambah 42.5 persen dari tahun sebelumnya, dengan jumlah usulan yang masuk sebanyak 1.325 sekolah sehingga kami bentuk tim penilai model baru agar penilaian Gerakan PBLHS lebih objektif,” kata dia

BACA JUGA: Lagu 'Darah Juang' Menggema di UC UGM, Aktivis 80-90 Jumpa Muhaimin Iskandar untuk Perubahan

Marini Amalia Octavianti MPd sekaligus Ketua Adiwiyata sekolah dan wakil kepala urusan humas mengatakan bahwa prestasi ini hasil kerjasama dengan seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah. “Selanjutnya kami akan mempersiapkan untuk program Sekolah Adiwiyata Mandiri. Adiwiyata Mandiri ialah suatu penghargaan khusus bagi sekolah yang mempunyai minimal 10 sekolah binaan yang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota,” katanya. (*)

 

 


share on: