Sinergi Politeknik LPP dan BPDP Seleksi Calon Duta Sawit 2025

share on:
Para finalis Duta UKMK sawit 2025 melakukan sesi foto bersama || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) – Politeknik Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) melakukan seleksi Duta UKMK Sawit 2025 di Yogyakarta pada 18 Februari. Duta terpilih diharapkan dapat mempromosikan pengembangan produk UKMK berbahan sawit. 

Dalam kegiatan ini, Politeknik LPP menggandeng Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP). Tahap grand final, terseleksi sebanyak 14 orang calon duta.  Finalis yang lolos seleksi karantina ini terdiri dari 7 peserta laki-laki dan 7 peserta perempuan dari Politeknik LPP dan Instiper. Aspek penilaian meliputi, pengetahuan sawit, UKMK sawit, komunikasi, penampilan dan gagasan ide tentang UKMK sawit.

BACA JUGA: Aliansi Jogja Memanggil Persoalkan Sejumlah Kebijakan Presiden Prabowo

“Peserta yang merupakan mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Yogyakarta, diharapkan dapat memberikan warna baru dalam mengkampanyekan kebaikan sawit dan produk UKMK sawit,” kata Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Mustangin, Jumat (21/2/2025). 

Mustangin, menjelaskan, sawit sebagai salah satu penyumbang devisa di Indonesia non migas sehingga keberlanjutannya perlu dijaga khususnya oleh mahasiswa dan generasi-Z. 

BACA JUGA: Melalui Festival Sujuds, Panewu Depok Ajak Anak-anak Muda ke Masjid

“Sawit sebagai penyumbang devisa penting bagi negara, maka tantangan di luarpun semakin banyak sehingga mahasiswa harus dapat berperan serta dalam menyaring informasi-informasi dari media sosial negatif tentang sawit, harus dapat melihat fakta-fakta tentang kebaikan sawit,” jelasnya.

Menurut dia, UKM berbahan sawit tentunya perlu didorong untuk membuat, mengembangkan dan memasarkan produk berbahan sawit dan limbah sawit.

“Maka pendampingan dari mahasiswa dan civitas Perguruan Tinggi menjadi penting,” jelasnya.

BACA JUGA: Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah YAKKAP I Membantah dan Ajukan Praperadilan

Kepala Divisi UKMK BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan setidaknya kegiatan ini terdapat 3 take away yang harapannya mampu di implementasikan dalam promosi dan pengembangan produk UKMK berbahan sawit. 

“Ada 3 pesan yang harus kami sampaikan, pertama mahasiswa harus tetap kritis terhadap black campaign sawit, kedua peserta kegiatan ini harus dapat menjadi advokat sawit secara faktual melalui media sosial, ketiga mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan semangat kewirausahaan terutama UKMK berbahan sawit,” imbuhnya.

BACA JUGA: Didik Kemandirian Siswa, SDN 1 Sleman Gelar Real Learning

Pihaknya, mengapresiasi terjalinnya kolaborasi dengan Politeknik LPP, sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan dan semoga pada akhirnya mendapatkan duta-duta UKMK sawit Yogyakarta yang dapat berkontribusi sesuai dengan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini. 

Sementara itu, Kepala LLDIKTI V, Setyabudi Indartono menyampaikan bahwa kegiatan ini setidaknya memiliki 2 output yang dapat berpengaruh signifikan terhadap mahasiswa dan Perguruan Tinggi serta bagi LLDIKTI V.  

“Kegiatan ini selain sebagai jalur prestasi mahasiswa juga dapat dijadikan sarana bagi para peserta dalam menengembangkan soft skill selain hard skill terutama tentang sawit,” sebut Indartono. 

BACA JUGA: Motorola Luncurkan moto g45 5G-Smartphone 5G Terbaik di Kelasnya

Diungkapkan, selain untuk kompetisi prestasi bagi mahasiswa, bagi Perguruan Tinggi masing-masing peserta juga dapat membantu dalam meningkatkan akreditasi. 

“Bagi LLDIKTI V kegiatan ini setidaknya dapat mendorong Indikator Kinerja Utama (IKU),” timpalnya.

Wisnu Hermawan selaku Plh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Yogyakarta, mengungkapkan, kegiatan ini tetap relevan diadakan di Yogyakarta, meski tidak terdapat lahan sawit. Salah satu tantangan saat ini adalah masih cukup banyak yang tidak mengenal manfaat sawit secara komprehensif sehingga kegiatan ini menjadi salah satu menyampaikan persepsi baik tentang sawit untuk masyarakat Yogyakarta.

“Kami berharap peserta, mahasiswa tidak hanya memahami teori tetapi juga dapat menciptakan produk-produk baru berbahan sawit serta membantu pegiat UKM Yogyakarta untuk dapat memasarkan produknya,” ungkapnya. (*/Opo) 

 

 

 

 

 


share on: