Yogyapos.com (SLEMAN) - Lambatnya pelayanan birokrasi di Kantor Pertanahan (Kantah) Sleman puluhan masa yang bergabung dalam Paguyuban Staf Notaris PPAT bersama pekerja lepas (freelance) Kabupaten Sleman mengge lar aksi demo, Rabu (10/6/2026) depan loby Kantor BPN Sleman.
BACA JUGA: Gatot Murwahyudi SH: Sidang Online Kurang Afdol, Tak Bisa Maksimal
Demo bertajuk Penyampaian Keluhan dan Aspirasi ini dimulai pukul 10.00. Tidak ada orasi namun mereka membentangkan poster yang berisi beberapa keluhan terkait pelayanan di BPN. Diantaranya Penerbitan Surat Ukur Lama, Kepastian Hukum Produk Tapak Kapling, Jadwal Pengambilan Sumpah Lama serta Pemberitahuan Jadwal Sumpah Selalu Mendadak.
"Penyelesaian pekerjaan kesuwen," katanya melalui pamplet || YP-Agung Dwi Purwanto
Perwakilan peserta aksi, Wildan Sasongko, mengatakan pihaknya mengiinginkan pelayanan di BPN Sleman menjadi lebih baik. Banyak proses yang menurut kami masih memerlukan percepatan dan kepastian sehingga tidak menghambat masyarakat maupun para pengguna layanan," ujar Wildan.
Semua pamlet digelar di hadapan Kepala BPN Sleman || YP-Agung Dwi Purwanto
Selain pelayanan koreksi berkas, massa juga menyoroti proses pengambilan sertifikat yang dinilai memakan waktu lama dan tidak sesuai dengan informasi yang tercantum dalam aplikasi Sentuh Tanahku. Keluhan lain disampaikan terkait proses validasi Surat Ukur (SU), penerbitan surat tugas pengukuran, penerbitan surat ukur, hingga penanganan permohonan konversi dan pemecahan bidang tanah.
BACA JUGA: Pasca Penangkapan Dadan, Kejagung Sita BB Motor Listrik hingga Ribuan Barang Elektronik
Dipertanyakan pula lambatnya penerbitan SPS kedua, jadwal Panitia A yang dinilai terlalu lama, kepastian hukum terkait tapak kapling dan site plan, serta proses pengambilan sumpah dalam kasus sertifikat hilang yang kerap mengalami penundaan dan pemberitahuan mendadak.
Imam, Kepala Kantah Sleman || YPEko Purwono
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman, Imam Nawawi, menemui langsung massa aksi dan menyatakan seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan ke depan.
"Pemberitahuan jadwal sumpah selalu mendadak," katanya || YP-Agung Dwi Purwanto
"Terkait penerbitan surat ukur masih dianggap lama nanti Insyaallah akan di lakukan pembenahan," ujarnya. (Agung Dwi Purwanto/Eko Purwono)
